Pemandangan Bukit dan Laut dari Bukit Cinta

Labuan Bajo, NTT - Perjalanan ini sebenarnya sudah saya lakukan lama sekitar  bulan Februari 2018, tetapi karena jiwa malas ini merasuki diri, sehingga menulis jadinya terbengkalai. Padahal masih banyak yang harus ditulis dan diceritakan. 
Bukit Cinta

Perjalanan ini pun, kelanjutan dari solo backpaker saya menjelajahi Daratan Flores yang dimulai dari Ende dengan mengujungi Danau Kelimutu (red. Menginjakkan Kaki di Danau Kelimutu) dan beberapa destinasi lainnya (Destinasi Wisata di Ende Selain Danau Kelimutu), kemudian berlanjut ke Kabupaten Bajawa mengunjungi Kampung Bena dan beberapa destinasi lainnya (Bajawa, Surganya Kampung Tradisional), selanjutnya melangkahkan kaki di Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal di kalangan para traveler.

Walaupun masih butuh beberapa hari untuk mengunjungi lebih banyak destinasi wisata di Bajawa, tetapi karena waktu yang tidak memungkinkan, sehingga perjalanan harus tetap berlanjut.  Kaki saya  selanjutnya melangkah menuju Labuan Bajo dengan menggunakan transportasi udara sekitar 40 menit, tibalah saya di Bandar Udara Komodo. 
Bandara Komodo

Tujuan utama saya ingin melihat lebih dekat salah satu hewan purba yang masih hidup sampai sekarang, KOMODO. Hewan ini hanya bisa ditemukan di Flores tepatnya di Labuan Bajo, inipun harus menyeberang pulau lagi, sehingga untuk kali ini saya memakai jasa open trip, 2 hari 1 malam tidur di atas kapal. Trip saya baru akan dimulai besok pagi, sehingga saya masih bisa berkeliling di darata Labuan Bajo, menunjungi beberapa destinasi wisata.

Setelah dari bandara menggunakan ojek, saya langsung menuju penginapan bernama Kampung Bule Hostel (penginapan minim biaya ala backpacker) yang saya dapatkan dari searching di internet. Menyimpan barang bawaan yang tidak seberapa, kemudian mencari rental motor. Rental motor saya dapat di Bajo Rental (web. www.bajorental.com) dengan harga Rp. 100.000/hari. Saya pun memacu motor dengan mantap seorang menuju destinasi pertama seorang diri, bermodalkan google map. Walaupun beberapa kali nyasar, akhirnya setelah sekitar 30 menit saya tiba di Bukit Cinta, salah satu destinasi pilihan di daratan Labuan Bajo. 
Kampung Bule Hostel

Bajo Rental

Bukit Cinta berupa bukit yang tidak terlalu tinggi, di puncaknya terdapat sebuah pohon yang hidup. Mungkin pemberian nama ini, bisa jadi karena menjadi tempat bagi muda mudi memadu kasih. Destinasi ini tidak dipungut biaya alias gratis. Tiba di tempat, kemudian mencari tempat parkir, lebih tepat cari tempat yang aman dan nyaman untuk parkir karena tidak ada tempat parkir maupun penunggu yang resmi. Dari tempat parkir, dilanjutkan dengan trekking sekitar 10 menit tergantung kesanggupan, tetapi tidak terlalu berat. Sesampai di puncak, kita akan menemui sebuah pohon. 
Bukit Cinta


Pemandangan

Nah dari tempat ini panorama yang indah dari atas perbukitan akan terlihat, pemandangan laut  biru dengan pulau kecil dan perbukitan nan hijau khas Labuan Bajo. Tempat ini pun memiliki daya tarik bagi para penikmat sunset, salah satu spot yang cocok untuk menikmati sembuar jingga di sore hari. Di tempat ini pun menjadi jalur pesawat, sehingga ketika kita beruntung kita akan melihat pesawat yang landing - take off dari jarak yang cukup dekat. Banyak spot foto yang menawarkan pemandangan yang indah. Setelah puas menikmati pemandangan, saya pun melanjutkan perjalanan menuju destinas selanjutnya, Batu Cermin.
Landing



..... to be continued .....

Post a Comment

0 Comments