19 February 2019

Setelah hibernasi zzzzzzzzz..... Muncul lagi... 
Kali ini cerita tentang .traveling and teaching 1000 Guru Papua Subregional Biak

1000 Guru, salah satu komunitas yang peduli pendidikan di pedalaman Indonesia yang didirikan oleh Jemi Ngadiono berawal dari postingan di twitter 1000_guru tentang kondisi pendidikan saat mengajar di pedalaman. Lambat laun 1000 Guru berkembang dan membentuk regional di beberapa daerah di Indonesia yang hingga saat ini sudah terdapat 39 regional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Nah salah satu program yang menarik menurut saya dari komunitas 1000 Guru adalah .traveling and teaching (TnT). Program ini berupa jalan-jalan sambil mengajar. Kegiatan ini mengajak anak-anak muda yang suka jalan-jalan untuk melakukan traveling++  atau traveling yang berfaedah. Kita tidak hanya mengunjungi destinasi wisata tujuan, tetapi akan diajak untuk melakukan kegiatan sosial, bersosialisasi dengan masyarakat yang ada di sekitar lokasi wisata. Kegiatan ini biasanya dilakukan selama 2-3 hari, dimana pada hari pertama keberangkatan, hari kedua teaching dan hari ketiga traveling. Teaching dilakukan di sekolah dasar dengan beberapa item kegiatan, seperti pemeriksaan kesehatan, mengajar, penyuluhan kesehatan, games dan nonton bersama serta donasi. Teaching lebih fokus bersama dengan anak-anak sekolah. Setelah itu, besoknya baru traveling.
Tim dan Volunteer

Dalam kegiatan TnT ini pun akan dilakukan perekrutan volunteer, baik yang mengajar, medis maupun dokumentator. Perekrutan terbuka untuk semua kalangan profesi dan tidak terbatas daerah. Misalnya nih kalian domisili Aceh bisa daftar sebagai volunteer untuk TnT di Papua dan sebaliknya, tidak ada sekat profesi dan wilayah. Karena komunitas ini independen, jadi untuk mendukung kegiatan dapat berjalan, biasanya dilakukan pencarian dana seperti jualan merchandise, jualan kue dan htm dari volunteer yang nantinya akan digunakan untuk transportasi, akomodasi, konsumsi, kaos, sertifikat dan sebagainya.

Kali ini pun saya berkesempatan untuk ikut kegiatan .traveling and teaching. TnT ini merupakan TnT ke 7 yang saya ikuti baik sebagai volunteer maupun panitia. TnT perdana yang saya ikuti di TnT #4 di SD Rium, NTT sebagai volunteer, berlanjut pada TnT #5 di SDN Kelas Jauh Raibasin, NTT sebagai tim+volunteer yang dilaksanakan oleh 1000 Guru Regional Kupang. Kemudian berlanjut pada TnT #8 di SDN Mosso, Papua yang dilaksanakan oleh 1000 Guru Papua subregional Jayapura sebagai volunteer. Pindah ke Biak, ikut TnT #10, TnT #13, TnT #17 dan sekarang TnT #18 yang dilaksanakan oleh 1000 Guru Papua subregional Biak.

Pada hari Sabtu-Minggu, 9 - 10 Februari 2019, TnT #18 dilaksanakan di SD Negeri Samares, Distrik Biak Timur, Kab. Biak Numfor - Papua sebagai lokasi teaching, sedangkan untuk traveling kami mengunjungi 2 destinasi wisata sekaligus yang lokasinya tidak berjauhan, Pantai Samares dan Telaga Biru Wopersnondi. 

Perjalanan dimulai pada Sabtu pagi menuju ke SD Negeri Samares menggunakan truck tenda sekitar 1 jam-an. Jalanan sudah bagus dan tidak terlalu jauh dari Kota Biak. Tiba di sekolah siswa/i sudah berbaris rapi. Menurut data yang diterima saat survey jumlah siswa 86 orang, sedangkan yang berbaris yah tidak semua, cuman setengah lebih sedikit dari total keseluruhan. Sementara itu sekitar 26 anak-anak muda yang terdiri dari 17 orang volunteer mengajar dan medis serta 9 orang panitia ikut dalam kegiatan .traveling and teaching #18. Iya... Volunteer yang ikut kali ini berasal dari beberapa daerah tetapi kebanyakan dari Biak, ada yang dari Jayapura, Supiori dan terjauh dari Purbalingga (cheebin_kwiyowo). Profesi pun bermacam-macam ada yang memang guru, ada yang konsultan, mahasiswa, pegawai swasta, pegawai negeri, dokter dan bermacam-macam berkumpul menjadi satu.
Teaching

Kegiatan diawali dengan apel dan perkenalan masing-masing volunteer dan tim serta persembahan dari peserta yang membawakan medley lagu nasional dan lagu daerah. Kemudian dilanjutkan dengan teaching yang terbagi dalam 4 sesi, sesi pertama belajar menyenangkan dimana sebelum pemberian materi anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain, baik lewat lagu maupun games; sesi kedua tematik, sesi ini berbeda di masing-masing kelas dimana panitia menentukan tema yang akan diajarkan di dalam kelas (sebelum pelaksanaan TnT dilakukan technical meeting) seperti mengeja huruf, bangun datar dan bangun ruang, mengenal budaya, flora dan fauna, serta pengenalan Indonesia; sesi ketiga cita-cita dan pohon harapan, volunteer menjelaskan pekerjaan dan profesi lainnya, kemudian siswa akan menuliskan nama dan cita-cita di daun harapan selanjutnya ditempel pada pohon harapan; sesi 5 heart to heart (motivasi), dalam sesi ini volunteer akan memberikan motivasi dan selanjutnya pembagian donasi yang telah disiapkan berupa alat tulis menulis dan snack. Nah, dalam mendukung proses mengajar panitia menyiapkan alat peraga dasar seperti poster dan peta Indonesia. Donasi pun diberikan ke sekolah berupa bendera, alat tulis dan alat kebersihan. Diakhir teaching, dilakukan foto bersama (setiap moment perlu diabadikan bukan sekadar pamer, tetapi nantinya akan dikenang).
Skrining Kesehatan

Sehabis teaching dilanjutkan dengan skrining kesehatan oleh volunteer medis dokter umum (edelennauli ray.asaf ithasulfianita wulandari_md) dan dokter gigi (drgpanduazhar). Disini terdapat kisah memilukan sekaligus menyedihkan, saat dokter gigi melakukan pemeriksaan, saat ditanya berapa kali sikat gigi, beberapa anak-anak menjawab tidak pernah. Alasannya mereka tidak punya sikat gigi terlebih pasta gigi di rumah :( Apa yang harus dilakukan ???
Penyuluhan Sikat Gigi

Sore hari kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan, terdiri dari cara cuci tangan dan sikat gigi yang baik dan benar. 

Ada tujuh langkah untuk cuci tangan
Mulai dari depan hingga ke belakang
Sela-sela jari, buku-buku jari
Kuku-kuku jari, jempol pergelangan

Sepenggal lagu untuk cuci tangan sehingga lebih menarik dan mudah diingat oleh siswa/i, sedangkan untuk sikat gigi langsung oleh dokter gigi.

Setelah itu dilanjutkan dengan games. Volunteer dengan siswa/i akan berbaur dan dibagi ke dalam beberapa kelompok  untuk bermain games bersama. Mencari koin di dalam tepung dan estafet balon, tak lupa yel-yel dari masing-masing kelompok. Kegiatan hari Sabtu bersama siswa/i diakhiri dengan cap salam lima jari di spandu, kemudian foto bersama dan penutupan.
Games

Malam, harinya volunteer untuk tukar kado, evaluasi kegiatan dan sesi curhat-lah. Banyak kata semoga yang keluar dari mulut dan pasti diamini bersama :)
Evaluasi

Minggu.... Waktunya untuk traveling (yang Kristen ibadah dulu)

Lokasi traveling sekitar 30 menit dari lokasi teaching, jalanan sudah tergolong bagus.  Tiket masuk berkisar antara 20.000 - 50.000, hitungannya per kendaraan bukan per orang. Menggunakan truck tenda, perjuangan traveling pun dimulai. Diawali dengan hujan yang turun pada saat perjalanan, dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 2 km ditengah guyuran hujan, sampai-sampai spanduk dan matras pun jadi payung. Jalanan yang berkelok, penurunan dan licin, beberapa jalan berseberangan dengan jurang, ini menjadi alasan sehingga mobil tidak membawa kami sampai ke lokasi parkir. Pasti sangat melelahkan, lutut serasa mau patah, jantung mau copot. Tetapi... Setelah tiba di Pantai Samares (lokasi traveling 1) setidaknya terbayar dengan keindahan.... Disini kami bermain games dan makan siang bersama. Dilanjutkan ke Telaga Biru Wopersnondi, destinasi wisata andalan di Biak. Termasuk salah satu telaga dengan warna air terbiru di Indonesia. Foto dan berenang disini sebelum pulang. Semua terbayar...

Pantai Samares (sumber : saesars)

Telaga Biru Wopersnondi (sumber : saesars)

Jika ada yang bertanya. Mengapa kau ikut dan apa yang kau dapatkan dari kegiatan 1000 Guru ?. Saya menjawab, banyak. Mendapat teman baru, berkenalan dengan orang-orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama, salah satu cara untuk ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan walaupun hanya sebentar setidaknya sudah ada langkah yang kami ambil, pasti jalan-jalan sambil berbagi (jalan-jalan berfaedah), belajar dari mereka untuk mensyukuri apa yang dimiliki, melihat tingkah laku walaupun dalam keterbatasan khususnya fasilitas, tetapi mereka tetap semangat dan ceria. Apa yang kita miliki bukan hanya untuk kita saja, tetapi kita perlu berbagi untuk orang lain yang membutuhkan.


Jadi bagaimana ?  Masih tidak mau untuk ikut kegiatan 1000 Guru ? Pasti banyak yang didapatkan... Yg sudah pernah ikut apa tujuan kalian ikut ? dan Apa yang kalian dapatkan ? (bisa tulis dikomentar..)

Bacaan terkait

Momen TnT #18

Pohon Harapan

Donasi

Makan Bersama

Stempel 5 Jari

Penutupan

Balik dari lokasi traveling

Tim
Reaksi:

11 comments:

  1. Kepuasan batin yang sulit untuk di dapatkan..kalau ada kesempatan dan waktu tentu ingin kembalj ikut kegiatan yang sangat bermanfaat ini..👋👋

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap2. Terima kasih sudah bergabung. Ditunggu pada kegiatan selanjutnya ✋🙏

      Delete
  2. Replies
    1. 👍🙏🙏🙏. Minta alasan kenapa ikut TnT dan apa yg didapatkan setelah kegiatan TnT ???

      Delete
  3. Replies
    1. Semua keren lah. Yg ikut kegiatan ini. Minta alasan ikut TnT dan apa yg didapatkan setelah kegiatan TnT ?

      Delete
  4. wah..keren ya kak..
    Kapan ada lagi kegiatannya? Kalo mau ikutan gimana caranya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren semualah. Nah tau info dan cara ikutan pantengin instagram 1000_guru_papua dan 1000_guru_biak_papua.

      Delete
    2. Minta pendapat dong. Knp ikut kegiatan 1000guru dan apa yg didapatkan setelah ikut ?

      Delete
  5. Wahh.. Bersyukur banget bisa join dlm TnT#18 yg diadakan di Samares. Alasan ikut itu awalnya pengen tahu kondisi pendidikan di Samares dan bsa berbagi dgn anak" disana. Eh ternyata justru saya banyak belajar dari mereka. Selain itu seru banget dpt teman dan pengalaman baru, pokoknya bersyukur bgt bsa join kegiatan ini. Semoga makin banyak yg tergerak utk ikut ya, sukses selalu. 👍🖐️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kaks sudah jauh2 datang k Papua untuk ikut TnT #18. Ditunggu partisipasi selanjutnya :)

      Delete

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

-Nando Torajanese||Traveler|| Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Ingin keliling Indonesia dan bisa menginjakkan kaki ke beberapa negara

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts