13 May 2017

Perjalanan berlanjut, setelah dari Danau Love. Kami putar arah kembali ke arah Sentani. Saat kami berangkat ke Danau Love kami melewati sebuah jembatan, nah di sekitar jembatan tersebut ada sebuah jalanan seperti tracking yang dibuat oleh warga menyusuri sungai. Sehingga ketika kami kembali dari Danu Love, kami pun singgah di tempat ini… Saat kami tiba tak seorang pun pengunjung yang datang. Papan nama pun tak ada…
Bukit Teletubbies, Papua

Untungnya, teman saya mengupload foto tempat ini sehingga saya dapat mengetahui namanya…. “Kali Jodoh”, nama yang terbilang unik… Memang tempat ini berupa kali ato sungai jadi bisalah diberi nama Kali… Nahhh Jodoh-nya ini entah dari mana asalnya… Mungkin para pendiri tempat ini berharap bagi wisatawan yang berkunjung enteng jodoh ato salah satu pendirinya menemukan jodoh di tempat ini… Entahlah mana yang benar… Mau bertanya juga sia-sia, saat kami berkunjung tak seorang pun kelihatan batang hidungnya.

Lokasinya pun tak diketahui karena tidak ada papan nama sebagai penunjug. Tapi tempatt ini mudah untuk ditemukan apalagi saat berkunjung ke Danau Love karena pasti melalui tempat ini… Kali Jodoh terletak sebelum Danau Love… Salah satu sisi sungai ini dibuat traking berupa jalanan dari papan menelusuri sungai walapun tak terlalu panjang. Sungai ini kemungkinan bermuara ke Danau Sentani. Terdapat beberapa tempat istirahat yang dibangun oleh pengelola. Karena pada saat kami tiba taka da seorang pun sehingga kami tidak membaya tiket masuk.

Kali Jodoh

Melanjutkan perjalanan…

Kebetulan kami melintasi dan menyusuri Danau Sentani pada saat berangkat maupun pulang dari Danau Love, tak ada salahnya jika kami mampir dulu di pinggiran Danau Sentani. Menurut saya, jika berpetualang ke Jayapura, harus menginjakkan kaki atau mengunjungi Danau Sentani. Cukup mudah untuk menemukan Danau Sentani, bagaimana tidak saat pesawat akan landing di Bandara Sentani di Kota Sentani, kita akan disuguhkan dengan pemandangan Danau Sentani. Berlanjut saat kita ingin ke Jayapura, kita akan melihat lebih dekat dalam perjalanan dan menyusuri pinggiran danau ini.
Danau Sentani


Mungkin titik yang kami kunjungi di Danau Sentani, bukan titik yang tepat sebagai tempat wisatawan berkunjung jika ingin melihat Danau Sentani lebih dekat. Terlihat hanya sebuah dermaga kayu kecil yang beberapa sudutnya ditumbuhi eceng gondok. Dermaga tersebut sebagai tempat tambat labuh perahu maupun sebagai tempat masyarakat menyeberang jika ingin beraktivitas di danau. Beberapa masyarakat sedang asik memancing tak jauh dari dermaga… setelah mengambil gambar sebagai bukti sudah berkunjung ke Danau Sentani, kami melanjutkan perjalanan….


Kami sebelumnya singgah makan siang terlebih dahulu karena paginya kami tidak sarapan… Tak perlu khawatir jika perut sudah memanggil, tak perlu risau mencari tempat makan. Banyak pilihan yang tersedia, mulai dari pedagang kecil sampai besar, mulai yang tradisional maupun modern, semuanya ada, Terlebih tak perlu dipertanyakan lagi harganya lebih tinggi dibanding daerah lain di Indonesia, Ini Papua mennnnnn. Sentani salah satu daerah yang tergolong ramai selain Jayapura karena daerah ini terdapat bandara sebagai pusat transportasi di Papua. Melayani rute ke beberapa daerah lain di Papua. 

Sehabis itu, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju destinasi selanjutnya. Berbekal om google map dan bertanya-tanya ke warga kami nekat untuk mengunjungi Skyline. Dari tempat kami makan tadi ke arah bandara, melewati jalan poros Sentani-Jayapura, melihat Danau Sentani dari pinggir jalan.


Sebelum bandara, kami belok kiri memasuki pangkalan militer. Kami melapor dan bertanya.. akhirnya kami sampai di pintu gerbang dan pos jaga. Sayangnya kata petugas, waktu kami saat berkunjung tidak tepat karena kawasan yang akan kami kunjungi sedang digunakan pelatihan oleh prajurit dan itu pun saat kami berkunjung hari Senin sehingga kami tidak diijinkan masuk. Akhirnya putar balik dah… Tetapi kami terus melanjutkan perjalanan kami…
Bukit Teletubbies, Jayapura

Bukit Teletubies tujuan selanjutnya. Kami putar balik dan melanjutkan perjalanan ke rah bandara. Bermodalkan om google map dan bertanya kepada warga. Kami tiba di tempat yang kami tuju… tak sulit untuk menemukan temapt ini karena berada di pinggir jalan dan akses tergolong bagus. Disini tak ada pos penjagaan sehingga para pengunjung tidak dipungut biaya masuk.

Kami memarkir motor dan mendaki bukit. Walapun tidak terlalu jauh, tetapi karena mendaki sehingga menguras tenaga dan ngos-ngosan sampe di puncak bukit. Dari puncak terlihat pemandangan yang menawan. Perpaduan Danau Sentani dengan Perbukitan dan Perumahan Masyarakat di Pinggir Danau. Bukit Teletubies wajib dikunjungi saat berada di Jayapura. Perbukitan ini cukup panjang dan harus berjalan kaki untuk mengunjungi setiap sudut bukit ini.
Pemandangan dari Bukit Teletubbies, Jayapura

Terdapat beberapa gazebo di beberapa sudut yang telah dibangun dan disiapkan pengelola sebagai tempat beristirahat wisatawan. Menelusuri jalan setapak, menuruni lembah dan mendaki bukit menemani perjalanan untuk traking di Bukit Teletubbies. Tumbuhan ilalang berwarna hijau di sisi kiri dan kanan menambah eloknya pemandangan bukit ini.

Sayangnya di Bukit Teletubbies belum tersedia tempat sampah sehingga sampah-sampah masih berserakkan dimana-mana, ditambah wisatawan yang tidak bertanggung jawab membuang sembarang sampah mereka. Berfoto dan beristirahat sejenak untuk melepas lelah dan penat. Kami kembali ke Abepura tepatnya di Kali Acay untuk beristirahat…Siap-siap untuk kembali ke Biak esok pagi…
Rumah Penduduk dari Bukit Teletubbies, Sentani

Beberapa hari di Jayapura, mengikut kegiatan Traveling dan Teaching 1000guru_papua sera traveling ke beberapa tempat. Walaupun cuma beberapa hari, tetapi beberapa hal yang menggambarkan Jayapura setidaknya bisa saya rasakan. Jayapura merupakan daerah Timur Indonesia yang sangat berkembang, berdiri pusat perbelanjaan modern dan ramai, tetapi Jayapura juga kota yang tergolong macet dan berdebu. Kalo diberi pilihan antara Jayapura dan Biak, saya masih memilih Biak… Hehehehehe
Reaksi:

4 comments:

  1. Berarti harus bawa masker kalo ke ibukota papua ya.. karena kan berdebu.. Bagus banget itu gunung nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Kalo itu bukan gunung tpi bukit. Hehehehe

      Delete

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts