17 March 2017

Kota Jayapura

Papua… Yang terlintas di pikiran kita mungkin daerah yang jauh dari perkembangan, sangat jauh tertinggal. Tertinggal dari segi pembangunan, tertinggal dari segi pendidikan, tertinggal dari segi kesehatan dan tertinggal dari segi lainnya. Banyak orang berpikir bahwa semua daerah di Papua jauh dari kata berkembang. Tetapi tahukah anda bahwa pemikiran tersebut sangat keliru. Tidak semua daerah di Papua tertinggal dan tidak berkembang. Jayapura, buktinya. Sebagai ibukota dari Provinsi Papua, Jayapura bisa dikata salah satu daerah di Indonesia Timur khususnya Papua yang sangat berkembang. Hal ini telah saya buktikan sendiri, saya liat dengan mata kepala langsung.

Perjalanan saya ke Kota Jayapura pada awal Maret ini merupakan perjalanan saya yang pertama kali meninjakkan kaki di Kota Jayapura. Dulunya saya sudah pernah ke Jayapura, tetapi cuman transit doang itupun hanya di dalam bandara di daerah Sentani (Kabupaten Jayapura). Perjalanan saya kali ini sebenarnya untuk mengikuti kegiatan Traveling and Teaching (TnT #8) sebagai volunteer dari salah satu komunitas yang berada di Jayapura (1000 guru Papua). Karena saya salah satu peserta dari luar kota (Biak), saya harus hadir 1 hari sebelum kegiatan berlangsung untuk mengikuti technical meeting dari panitia dan akan berangkat ke lokasi kegiatan dini hari. Itupun penerbangan dari Biak ke Jayapura hanya 2 kali dan tiba sekitar pukul 08.00. Makanya saya harus berangkat sehari sebelum kegiatan.

Paginya saya berangkat dari Biak ke Jayapura menggunakan pesawat, perjalanan hanya sekitar 1 jam. Tiba di bandara saya dijemput tim 1000 guru Papua (Kak Fier), kami masih menunggu salah satu volunteer dari luar kota juga yang berasal dari Timika (Kak Friska). Setelah itu, kami diantar ke penginapan masing-masing. Masalah penginapan selama di Jayapura tak usah dipikirkan lagi. Tim dengan baik hati sudah menyediakan penginapan (hemat biaya) bagi volunteer yang berasal dari luar Jayapura. Setidaknya ada 5 orang volunteer yang berasal dari luar daerah, dua diantaranya cowok (Saya dan Mas Arief). Volunteer cowok akan nginap di rumah (Kang Adjie) tepatnya di Kali Acay, Abepura.
Berangkattttt

Selama perjalanan dari Bandara sampai ke penginapan disuguhi dengan pemandangan Danau Sentani, saya melihat perbedaan yang menonjol antara Biak dan Jayapura tepatnya Abepura (padahal belum masuk Kota Jayapura). Lebih ramai, pembangunan cukup berkembang, bangunan padat, banyak toko dan ruko yang berjejer disepanjang jalan, ada mall, tetapi disini macet, sampah masih berserakan di jalanan serta udara berdebu. Beda dengan Biak terlihat sepi, di Biak bangunan, toko dan ruko terbilang sedikit, tidak ada mall, namun pastinya tidak macet, bersih dan rapi, serta udara bebas debu. Tetaplah I loppppp fulllll Biak.

Keuntungan datang sehari lebih dulu, tak ada salahnya dimanfaatkan untuk mengunjungi beberapa destinasi wisata di Jayapura dan sekitarnya. Kami harus menunggu Mas Arief terlebih dahulu sebelum jalan-jalan (landing sekitar jam 1). Barulah kami berangkat saat semua sudah lengkap menggunakan motor, tak lupa untuk makan siang terlebih dahulu.

Tujuan kami yang pertama, Bukit Pemancar. Perjalanan sekitar 1 jam ke arah Kota Jayapura ditambah lagi macet karena kebetulan pas hari tersebut ada pawai yang diadakan pemerintah. Lokasinya berada di daerah Polimak untuk mencapai bukit ini tak sulit karena jalan sudah bagus sampai di atas bukit yang bisa dilalui kendaraan hanya saja jalanan menanjak dan berkelok-kelok. Ohhh iyaa... Di tempat ini banyak pemancar yang berdiri kokoh dari berbagai stasiun TV mungkin inilah alasan mengapa tempa ini dinamakan Bukit Pemancar. Dari tempat ini, kita dapat melihat panorama Kota Jayapura menyatu dengan pegunungan dan lautan. Terlihat bangunan padat, bangunan yang menjulang tinggi, pusat perbelanjaan dan sebagainya. 
Beberapa stasiun TV di Bukit Pemancar

Kota Jayapura sebagai bagian dari Papua telah berkembang,  tak seperti pemikiran orang bahwa Papua jauh tertinggal dari daerah lain di Indonesia. Disini pula berdiri kokoh tulisan “JAYAPURA CITY”. Tulisan ini tampak jelas ketika kita melihat dari bawah pusat Kota Jayapura ditambah saat malam hari tulisan ini akan menyala oleh lampu. Layaknya tulisan Hollywood di Los Angeles.

Pemandangan dari Bukit Pemancar

Sayangnya tulisan-tulisan tersebut sudah berkarat. Tiang besi sebagai penopang tulisan tersebut pun tak ketinggalan dari karat dan dipenuhi tulisan-tulisan yang sengaja ditulis para pengujung yang tidak bertanggung jawab. Harus berhati-hati saat melangkah karena beton seagai tempat huruf terpancang sudah termakan waktu dan tak terawat ditambah tidak ada pagar pembatas. Tempat ini wajib dikunjungi saat berada di Jayapura melihat keindahan Jayapura dari ketinggian.

Melanjutkan perjalanan… Menuju View Pacific Garden. Namun dalam perjalanan ada kejadian yang tidak disangka-sangka. Karena pada saat yang bersamaan diadakan jalan santai, maka untuk mengatur lalu lintas para petugas kepolisian pun turun kejalanan. Saat itu pula saya tidak memakai helm, di dekat Mall Jayapura, kami pun dihadang seorang Polwan, menyuruh saya turun dan berjalan kaki ke lorong samping mall. Saya pikir kami kena tilang nyatanya hanya disuruh turun dan belok ke arah mall karena di depan ada kantor polisi. Untung saja tidak kena tilang, kalo kena…. Hmmmm masalah panjang dan jalan-jalan akan berakhir.
View Pacific Garden

Motor kembali melaju setelah melewati kejadian diatas menuju View Pacific Garden letaknya di daerah Angkasapura tepatnya di Jl. Angkasa Raya, Tj. Ria, Jayapura Utara, Kota Jayapura. Tempat ini sebagai salah satu tempat nongkrong masa kini. Bukan hanya anak muda yang berkunjung, anak-anak sampai orang dewasa pun datang ke tempat ini. Untuk sampai di View Pacific Garden tidaklah sulit, jalanan sudah mulus beraspal. Tempatnya tidak begitu luas dan pastinya tidak rata karena dibiarkan alami dengan berlantai rumput hijau. Letaknya yang berada di atas perbukitan dengan pemandangan laut dan sebagian sisi Kota Jayapura ditambah hembusan angin menjadi tempat ini menarik banyak pengujung. Tongkrongan outdoor di design sedemikian rupa dengan payung warna warni berbagai motif yang digantung dan meja dari ban bekas, bukan hanya outdoor tetapi ada pula tempat duduk indoor. Pilihan makanan dan minuman beranekaragam, tetapi terlihat disekitar yang paling favorit adalah minuman kelapa muda yang disajikan langsung dengan buahnya hanya membuka bagian atas buah.
Pemandangan dari View Pacific Garden

Lanjut… Setelah menikmati panorama dan minuman di View Pacific Garden, kami berpindah tempat, mengunjungi salah satu stadion kebanggaan masyarakat Papua, khususnya yang berdomisili di Jayapura, apalagi kalo bukan Stadion Mandala. Berlokasi di daerah Mandala, Jayapura Utara, Kota Jayapura dengan letaknya yang berada di dalam kota menjadikan stadion ini tidak sulit untuk ditemukan.
Stadion Mandala

Stadion ini merupakan markas dari klub sepakbola Persipura Jayapura, salah satu klub sepak bola di Indonesia yang patut untuk diperhitungkan. Stadion ini dilengkapi dengan fasilitas layaknya stadion pada umumnya, terdapat tribun penonton permanen, kamar kecil dan sebagainya. Tak hanya dimanfaatkan sebagai lapangan sepakbola, stadion ini dimanfaatkan warga sekitar  untuk olahraga, seperti lari. Puas berfoto dan waktu sudah semakin sore…

Berlanjut ke… Depan Kantor Gubernur Papua. Tak banyak yang kami lakukan disini, hanya nongkrong sebentar. Dari sini kita melihat Bukit Pemancar di atas bukit dengan tulisan “JAYAPURA CITY” berwarna merah oleh lampu, terlihat pula salib yang terletak di salah satu pulau yang memancarkan warna biru. Karena waktu sudah semakin larut dan kami akan melanjutkan technical meeting untuk kegiatan besok, kami pun kembali ke Abepura.



Pemandangan dari Kantor Gubernur

Besok-besok jalan-jalan disekitaran Jayapura... Tunggu tulisan selanjutnya...
Reaksi:

4 comments:

  1. Replies
    1. Amin.... Harus traveling k Indonesia Bagian Timur mbak... PAPUA 😊😊😊

      Delete
  2. NGiler lihatnya Mas. Kapan ya aku bener2 bisa sampai sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Rencana in dari skrg mbak... Harus jln2 k Indo bagian Timur...😊😊😊

      Delete

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts