28 February 2018

Pulau Rani

Setelah sebelumnya tulisan mengenai Perkampungan Sowek dan Pulau Mozaki, penjelajahan kami di tempat ini pun berlanjut. Tujuan selanjutnya adalah Pulau Rani. Karena bertepatan dengan hari minggu, maka kami harus menunggu selesai ibadah dulu. Kami pun mengisi kekosongan dengan sarapan, main UNO dan beres-beres karena setelah dari Pulau Rani, kami langsung kembali ke Korido untuk balik ke Biak.

Siang harinya dengan menggunakan perahu, kami (sekitar 10 orang lebih) menuju Pulau Rani. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit. Semesta mendukung perjalanan kami, langit yang cerah dan laut yang tak berombak. Kata bapak yang bersama-sama dengan kami bahwa disekitar perairan menuju Pulau Rani terkadang ada lumba-lumba yang berenang, akan tetapi kami kurang beruntung karena selama perjalanan sampai tiba tak ada seekor lumba-lumba pun yang menampakkan diri. Tapi ya sudahlah, karena itu bukan tujuan utama kami melihat lumba-lumba, tetapi menginjakkan kaki di Pulau Rani untuk pertama kalinya.
Menuju Pulau Rani

Sekilas tentang Pulau Rani bahwa pulau ini terletak di Distrik Kepulauan Aruri, Kabupaten Supiori. Supiori sendiri terbagi ke dalam dua gugus pulau, yakni Gugus Bepondi dan Gugus Sowek (termasuk Pulau Rani). Pulau Rani merupakan salah satu pulau unggulan pariwisata di Kabupaten Supiori sehingga jika mengeksplore Supiori pulau ini wajib dikunjungi. Pulau ini menjadi surga bagi para penikmat wisata bahari, bagaimana tidak banyak pilihan wisata yang bisa dilakukan, seperti menikmati indahnya pasir putih, melihat sunset, snorkeling, diving, berkeliling pulau atau menikmati kelapa muda. Jadi ketika kami berkunjung ke Supiori khususnya Perkampungan Sowek, Pulau Rani menjadi salah satu list yang akan kami datangi.

Setelah perjalanan sekitar 30 menit, tibalah kami di Pulau Rani. Langsung menurunkan barang-barang karena perahu tidak bisa berlabuh dekat pantai karena takutnya surut dan nantinya tidak bisa keluar pada saat balik, makanya perahu berlabuh jauh dari pantai. Pasir putih pun menyambut kedatangan kami. Kata beberapa rombongan yang ikut bersama kami, jika kita beruntung dan pas air laut mengalami surut terendah maka akan kelihatan pasir putih timbul yang lebih luas bahkan bisa menghubungkan Pulau Rani dengan salah satu pulau yang bersebalahan dengan Pulau Rani. Tapi sayangnya waktu kedatangan kami bukan surut terendah, jadinya pasir timbul kurang luas tapi tetap dinikmati. 
 
Pulau Rani dari Kejauhan

Hamparan Pasir Putih

Kami tak menyia-nyiakan waktu, turun dari perahu langsung berfoto ria, beberapa dari kami sibuk dengan aktivitas masing-masing ada yang berfoto, menuju pulau untuk mencari perlindungan dari sengatan matahari dan beristirahat, bermain pasir dan snorkeling.

Pulau Rani merupakan pulau yang berpenduduk, sehingga tidak ada salahnya jika menjelajah lebih dalam lagi melihat kehidupan masyarakat lebih dekat. Lokasi kami berlabuh dengan perkampung bisa dibilang agak jauh karena kami berlabuh di ujung pulau yang memang menjadi lokasi bersandar perahu yang membawa wisatawan datang ke Pulau Rani. Menelusuri pantai dan masuk ke dalam hutan yang ditumbuhi pohon kelapa. Seperti perkampungan di pulau, masyarakat Pulau Rani bermata pencaharian sebagai nelayan.
Menelusuri Hutan

Soal bidang kesehatan, terdapat puskesmas tetapi tidak ada pegawai, kami sempat melihat puskesmas tetapi tutup. Untuk pendidikan, disini terdapat sekolah dasar (SD) tapi kurang tau untuk SMP dan SMA. Karena lokasi SD cukup jauh, maka kami kembali ke pantai menelusuri hutan dan tak tau arah mana yang benar untuk tiba di pantai. Menggunakan insting, beruntung bisa menemukan pantai dan bukan hanya itu, kami menemukan beberapa bangunan yang terletak di pinggir pantai jauh dari keramaian. Kemungkinan diperuntukkan sebagai homestay, kelihatannya bangunan tersebut masih baru dan belum difungsikan. Semoga bisa digunakan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Rani (kalo bangunan tersebut memang homestay)
Homestay di Pulau Rani (mungkin)

Tiba di ujung pulau, tempat kami bersandar. Kami masih sempat foto bersama. Kemudian snorkeling. Jika dibandingkan dengan pulau yang kami kunjungi kemarin (Pulau Mozaki), Pulau Rani memiliki pemandangan bawah laut yang lebih bagus, berbagai macam karang dan ikan yang berwarna warni menghiasi luatan serta biota luat lainnya. Walaupun belum puas, tetapi hari semakin sore, kami pun kembali ke pantai. Pulau ini ditumbuhi pohon kelapa yang banyak, makanya wajib mencoba minum kelapa muda yang berasal dari Pulau Rani. Apalagi setelah menjelajah kampung, berfoto, snorkeling didukung dengan cuaca yang panas, minum dan makan kelapa menjadi pilihan yang tepat untuk mengembalikan rasa segar dan menghilangkan dahaga. Untungnya bapak yang mengantar kami dan beberapa teman yang bersama-sama dengan kami bersedia mengambilkan kelapa.
Makan Kelapa :):):)

Hari semakin sore dan khawatir nantinya kemalaman dalam perjalanan, kami bergegas meninggalkan Pulau Rani untuk menuju Korido dan kembali ke Biak.
Kembali ke Korido

Penjelajahan kami selama 2 hari 1 malam di Kabupaten Supiori pun berakhir. Mengunjungi perkampungan terapung Sowek, Pulau Mozaki antara wisata alam dan sejarah serta berakhir di Pulau Rani dengan pasir timbul. Pertama kali menginjakkan kaki di ketiga destinasi wisata yang patutu untuk dieksplore ketika berkunjung ke Supiori. Terima kasih teman-teman atas penjelahan Sowek dan sekitarnya, terima kasih kakak Nusantara Sehat (NS), terima kasih Paman Ben dan keluarga. Terima kasih Sowek dan sekitarnya untuk alam yang indah dan menawan. Berharap bisa kembali menginjakkan kaki disini…
Foto ala-ala (Taken by @irfan.f.y)

Mereka buat apa ???

Menuju Sunset

Besok arah-arah mana lagi ??? Tunggu postingan blog selanjutnya yak…

Tips Eksplore Sowek dan sekitarnya 

  1. Berkunjung pada saat cuaca bersahabat

  2. Lebih baik rental mobil dari Biak dan persiapkan BBM untuk perahu

  3. Jangan lupa siapkan uang cash karena tidak ada ATM di Sowek, ATM hanya ada di ibukota Kab. Supiori

  4. Lebih bagus eksplore bersama teman sehingga cost yang dikeluarkan lebih ringan dan lebih baik sewa perahu karena tidak ada perahu regular untuk wisatawan BBM-nya bisa dibeli di Biak karena harga lebih murah

  5. Jika berangkat sendiri biaya ke Sowek sekitar Rp. 100.000/orang sudah PP, tetapi untuk ke destinasi lainnya terbatas

  6. Di Sowek tidak ada penginapan, jadi untuk tempat tinggal bisa numpang di rumah warga

  7. Waktu tempuh : Biak–Korido ( 3–4 jam), Korido–Sowek (30 menit), Sowek–Pulau Mozaki (30 menit), Sowek–Pulau Rani (30 menit). Jadi untuk mengeksplore tidak cukup dalam sehari

  8. Jangan lupa gunakan pakaian yang bisa melindungi dari panas + siapkan sunblock untuk menghindari sengatan matahari

  9. Siapkan kamera (jangan lupa kamera underwater) untuk mendokumentasikan penjelajahan

  10. Jika ingin snorkeling bawa masing-masing karena tidak ada tempat penyewaan

  11. Terakhir, JANGAN MERUSAK ALAM, JANGAN MENGINJAK KARANG SAAT SNORKELING, JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANG, TETAP JAGA KELESTARIAN ALAM
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

-Nando Torajanese||Traveler|| Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Ingin keliling Indonesia dan bisa menginjakkan kaki ke beberapa negara

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts