15 December 2017

Apakah kalian sudah membaca hari ini atau sama sekali belum ? Buku apa yang kalian suka baca ? Siapa penulis buku favorit kalian ? Apakah kalian punya buku untuk dibaca atau tak satupun buku yang kalian punya ? dan sebagainya… Ini beberapa pertanyaan yang muncul saat orang berbicara buku dan membaca. Semua pertanyaan tersebut penting untuk ditanyakan, tetapi pertanyaan terakhir menurut saya yang paling utama. Mengapa tidak ? Bagaimana kalian bisa membaca buku, jika buku tidak tersedia atau kalian susah untuk mendapatkan buku. Padahal kalian termasuk orang yang gemar membaca.
Kami dari Rumah Baca TWP Padaido

Apa yang kalian dapatkan dari membaca ? Beberapa orang beranggapan bahwa membaca hanya membuang-buang waktu saja. Tetapi bagi mereka yang memang hobby membaca, waktu tidak akan menghalangi mereka untuk membaca. Bahkan saking hobby baca bisa duduk berjam-jam hanya untuk membaca sampai waktu terasa berlalu begitu cepat. Zaman sekarang ini dengan perkembangan teknologi di perkotaan membaca tidak hanya lewat buku saja, tetapi dari media elektronik, seseorang bisa membaca. Namun tak semua orang bisa merasakan dan menikmati kemajuan teknologi tersebut. Jangankan berbicara teknologi, mendapatkan buku pun susah. Beberapa alasan yang muncul, diantaranya tidak adanya toko buku yang tersedia, jarak yang jauh dari rumah untuk membeli buku, harga buku yang tidak terjangkau dan sebagainya.

Sebenarnya minat baca orang Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain, tetapi karena ketersediaan buku dan cara mendapatkan buku yang susuah mengakibatkan surutnya minat baca orang. Fakta inilah yang menjadi muasal terbentuknya gerakan literasi di berbagai daerah di Indonesia dengan mendirikan rumah/taman baca ataupun membuka lapak baca gratis di tempat publik bahkan beberapa orang rela keliling Indonesia membawa buku untuk  oleh para masyarakat yang peduli dengan gerakan gemar membaca. Gerakan ini pun didukung oleh Bapak Presiden, Joko Widodo dengan membuat program pengiriman buku gratis tiap tanggal 17 setiap bulan melalui kantor pos (kalau tanggal 17 bertepatan dengan hari raya, biasanya akan diundur ke tanggal 18). Syaratnya cukup mudah hanya dengan menuliskan kata sandi “BERGERAK” pada paket dan berat maksimal 10 kg. Tujuan pengiriman buku gratis pun tidak berlaku untuk semua, hanya rumah/taman baca yang terdaftar dalam simpul Pusaka Bergerak Indonesia atau terdaftar di website KEMENSIKBUD. Hal ini menjadi keuntungan bagi para pegiat literasi atapun donator karena biasanya ongkos kirim lebih mahal daripada harga buku, terlebih tujuan pengiriman ke bagian Timur Indonesia.
Kiriman Buku via Pos

Nahhhh. Ini pulalah yang menjadi alasan kami di bagian Timur Indonesia, Papua khususnya Biak untuk mendirikan rumah baca. Disamping untuk memfasilitasi bagi mereka yang gemar membaca maupun untuk meningkatkan minat baca bagi masyarakat. Rumah baca yang kami bentuk bernama Rumah Baca TWP Padaido yang terletak di Pulau Pasi, Kampung Samberpasi, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Kata TWP merupakan singkatan Taman Wisata Perairan karena Padaido masuk ke dalam kawasan konservasi perairan, dibawah pengelolaan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kami berharap dengan adanya rumah baca ini, selain meningkatkan minat baca masyarakat, kami juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar Rumah Baca TWP Padaido Samberpasi untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan laut. Disamping itu, Kampung Samberpasi merupakan kampung wisata yang digagas oleh pemerintah daerah setempat, sehingga dengan adanya rumah baca, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga bisa berwisata literasi dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan, seperti mengajar anak-anak atapun nantinya sebagai donator buku.
TWP Padaido

Untuk tiba di Rumah Baca TWP Padaido Samberpasi, dapat ditempuh dari Kota Biak menggunakan angkutan darat sekitar 30 menit, kemudian dilanjutkan dengan menyeberang laut dengan waktu tempuh sekitar 2 jam-an dengan menumpang kapal nelayan. Kalau menumpang kapal nelayan tidak tiap hari karena harus mengikuti hari pasar, yakni Selasa, Kamis dan Sabtu. Kalau mau berangkat sesuka hati, bisa sewa perahu/speed tetapi biayanya lumayan menguras kantong.
Distribusi Buku via Laut

Tempat untuk menyimpan buku-buku saat ini, kami letakkan di rumah Bapak Kepala Desa Samberpasi karena tempat yang rencananya sebagai rumah baca perlu di renovasi dulu sebelum digunakan. Karena kami tinggalnya di Kota Biak, maka untuk berjalannya kegiatan rumah baca, kami melibatkan masyarakat di sekitar lokasi sebagai penanggung jawab. Kami menunjuk salah seorang anak sekolah bernama Mega yang tinggal bersama dengan bapak kepala desa. Sampai saat ini, kami sudah 4 kali mendistribusikan buku-buku hasil donasi dari beberapa orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Rumah Baca TWP Padaido Perlu Renovasi

Kami masih mengharapkan donasi dari teman-teman yang ingin mendonasikan buku-buku baik buku anak-anak maupun buku untuk semua kalangan karena Rumah Baca TWP Padaido kami buka bukan hanya untuk anak-anak, tetapi semua umur. Yang penting bukunya masih layak baca baik buku baru maupun buku bekas. Tidak mengandung undur SARA, kekerasan dan pronografi.




Untuk info selanjutnya atau mau donasi buku, bisa menghubungi kontak 081343166479 a.n Setiawan Mangando. Dan jika ingin mengirim buku bisa ke alamat Jl. Tanjung Raya, Kelurahan Mandow, Kecamatan Samofa, Kabupaten Biak Numfor-Papua, Kode Pos : 98156.

So don’t miss it… Kirim buku dengan free ongkir alias gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun tiap tanggal 17 setiap bulan via POS INDONESIA. Tetap ada syaratnya yaaaa, tapi gak usah khawatir syaratnya mudah kok. Tinggal kirim buku seberat maksimal 10 kg dan tulis kata sandi “BERGERAK” pada paket yang anda akan kirim. Tambahan lagi untuk pengirim atau penerima harus tercantum di pangkalan pos Indonesia, sehingga tidak ada penyalahgunaan.  
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts