14 October 2017

Tulisan ini merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya. Tentang Festival Biak Munara Wampasi sebagai salah satu kegiatan tahunan yang diadakan oleh pemerintah daerah khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor untuk mempromosikan potensi yang ada di Biak. Setelah sebelumnya saya membahas tentang pembukaan Festival Biak Munara Wampasi, kali ini saya akan menceritakan tentang beberapa kegiatan yang dilaksanakan untuk memeriahkan festival ini.
Tarian Khas Biak


Festival Biak Munara Wampasi merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah untuk mempromosikan wisata yang ada di Biak. Pariwisata di bagian Timur Indonesia memang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, khususnya di Papua orang mengenal Raja Ampat dengan potensi wisata bahari yang sangat memukau. Tetapi tahukah anda bahwa Raja Ampat bukanlah salah satu destinasi yang dimiliki Papua. Selain Raja Ampat, Biak menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati wisata bahari Papua.

Nah untuk meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke Biak, maka dibuatlah Festival Biak Munara Wampasi yang dikemas secara apik, memadukan antara wisata alam dan budaya. Melalui festival ini diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisata ke Biak. Untuk lebih memeriahkan Festival Biak Munara Wampasi V Tahun 2017 ini diadakanlah beberapa kegiatan yang berlangsung selama empat hari, yakni dari tanggal 1 – 4 Juli 2017.

Parade Wor dan Yospan. Jika di Sulawesi terkenal dengan Dero (tarian tradisional), Biak pun punya tarian tradisional, Wor dan Yospan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 2 Juli 2017 bertempat di Jl. Imam Bonjol. Wor dalam bahasa Biak berarti …, sedangkan Yospan adalah singkatan dari Yosin Pancar yang berarti …. Parade Wor dan Yospan tidaklah sama, ada perbedaan, seperti yang saya lihat Parade Wor diikuti oleh beberapa kelompok sanggar seni yang tersebar di Biak, dalam Parade Wor masing-masing kelompok akan menampilkan sebuah tema yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat Biak dan ini menjadi tradisi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan mereka. Salah satu tema yang sempat saya lihat, saat seorang anak pertama kalinya turun dari rumah. Setiap sanggar dalam parade ini tampil dengan totalitas, terlihat mereka menggunakan pakaian adat Papua dan berbagai property yang mereka siapkan sendiri menjadi nilai tambah dalam menyampaikan tema yang dibawakan. Parade Yospan sendiri, hanya diikuti oleh satu kelompok sanggar seni. Dalam Parade Yospan disini tidak ada tema yang diceritakan, tetapi hanya menari seperti biasanya dan dipimpin oleh seorang sebagai pemimpin yang berada di depan barisan dan memberi aba-aba dengan dilengkapi peluit. Parade Yospan pun diiringi dengan masuk dan lantunan lagu. Terlihat dalam parade ini semua anggota masih muda dibalut dengan pakaian yang berwarna-warni.
Salah satu sanggar seni dalam Parade Wor dan Yospan

Snap Mor. Salah satu rangkaian acara Festival Biak Munara Wampasi yang ditunggu-tunggu. Snap Mor merupakan salah satu tradisi yang masih dijaga sampai saat ini, merupakan cara tradisional menangkap ikan di laut saat air sedang surut, alat tangkap yang digunakan bukan jaring ataupun pancing melainkan hanya sebuah tombak. Jadi saat air pasang akan diletakkan jaring mengelilingi lokasi yang akan dijadikan tempat Snap Mor dan pada saat air surut ikan-ikan tersebut akan terjebak di dalam jaring, pada saat itulah orang-orang akan berbondong-bondong untuk menangkap ikan menggunakan tombak. Pelaksanaan Snap Mor dalam Festival Biak Munara Wampasi kali ini bertempat di Kampung Karnindi, Biak Barat pada hari Selasa, 4 Juli 2017 pukul 08.00 – 15.00. Saya pun berkesempatan untuk melihat secara langsung, berangkat dari Kota Biak ke arah barat menggunakan mobil bersama dengan teman-teman, karena beberapa hal kami berangkat sekitar pukul 10.00 perjalanan sekitar 1 jam-an. Alhasil sampai di lokasi, Snap Mor sudah berjalan hampir dipenghujung kegiatan. Walaupun demikian kami masih sempat melihat beberapa masyarakat asik mencari ikan di laut, beberap dari mereka berhasil mendapatkan hasil tangkapan. Terlihat disekitar lokasi sebuah panggung dan beberapa pondok yang disediakan. Bukan hanya kegiatan menangkap ikan saja, tetapi ada penampilan dari beberapa sanggar seni dan panggung hiburan disamping itu, terdapat beberapa jajanan khas Biak yang disiapkan panitia maupun yang dijual masyarakat sekitar.
Snap Mor

Pameran Anggrek. Bertempat di Lapangan Cendrawasih dan pameran ini dibuka selama kegiatan Festival Biak Munara Wampasi dari pagi sampai malam. Saya pun beberapa kali mengunjungi pameran ini. Anggrek merupakan salah satu bunga yang menjadi andalan Biak, hal ini terlihat dari antusiasnya masyarakat Biak memamerkan anggrek mulai dari ukuran kecil sampai sedang yang berwarna warni, baik yang tumbuh secara alami maupun melalui persilangan yang dilakukan masyarakat setempat. Setiap distrik yang ada di Biak turut andil dalam pameran ini bahkan salah satu kabupaten tetangga, yakni Kab. Supiori ikut mengambil bagian dalam pameran ini. Pembukaan pameran anggrek ini dimulai dengan adanya lomba merangkai bunga anggrek dan lomba tanaman anggrek dengan beberapa kategori yang dilombakan.
Pameran Anggrek

Pameran Foto. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Wanita Kabupaten Biak Numfor dan buka selama Festival Biak Munara Wampasi berlangsung. Foto-foto yang ditampilkan dalam pameran ini mencakup banyak hal, mulai dari keindahan alam Biak, destinasi wisata, sampai tradisi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Biak. Setidaknya dengan adanya pameran ini, bisa memberi pengetahuan kepada pengunjung bahwa Biak memiliki sejuta pesona yang patut untuk dibanggakan, dipelihara dan dijunjung tinggi serta Biak memiliki banyak pilihan destinasi wisata baik alam maupun budaya.

Beberapa kegiatan lain yang menjadi rangkaian acara Festival Biak Munara Wampasi V Tahun 2017. Namun sayang saya tidak sempat mengikutinya….

Apen Beyeren. Salah satu atraksi budaya yang masih dipertahankan sampai sekarang di Biak. Dalam atraksi ini seorang akan berjalan di atas batu panas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Juli 2017 di Nirmala Beach Hotel pukul 17.00 – 18.00. Sayangnya saya tidak sempat melihat secara langsung atraksi ini, padalah ini menjadi atraksi yang sangat menarik dan wajib untuk disaksikan, dimana seseorang yang lengkap berpakaian adat  Papua berjalan di atas batu panas tanpa alas kaki.

Lomba Lari 10K. Lomba ini diikuti oleh semua kalangan dan pendaftaran free alias gratis. Pelaksanaannya pada hari Senin, 3 Juli 2017 pukul 06.00 – selesai dengan mengambil garis start dari Halaman Kantor Distrik Yendidori.

Photography Tour. Salah satu rangkaian acara yang menurut saya menarik dan sebaiknya patut diikuti. Para peserta diajak untuk berkeliling ke beberapa destinasi wisata yang ada di Biak sambil memotret.

Tour Padaido. Ini salah satu rangkaian acara yang paling ingin saya ikuti, tetapi karena lambat pesan tiket makanya pas cek di Dinas Pariwisata tiketnya sudah ludes. Kegiatan ini merupakan salah sati kegiatan untuk menikmati wisata bahari di Biak. Salah satu destinasi wisata bahari yang Biak miliki dan tidak kalah dengan Raja Ampat adalah Padaido. Padaido merupakan gugusan kepulauan yang bernama Kepulauan Padaido dan masuk ke dalam Kawasan Konservasi Perairan Nasional dengan nama Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulaun Padaido, dibawah pengelolaan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). TWP Padaido merupakan kawasan konservasi yang memiliki banyak destinasi pilihan wisata bahari, seperti diving di Goa Bawah Laut (Wundi Cave), diving di Kapal Karam di Pulau Rasi, foto di Fontbox di Pulau Wundi, menikmati sunset & sunrise, snorkeling, melihat pasir timbul saat air surut dan masih banyak lagi. Jadi jika ke Biak wajib hukumnya berkunjung ke Padaido.

Itulah sedikit gambaran kegiatan yang menjadi bagian dan memeriahkan Festival Biak Munara Wampasi 5 Tahun 2017 sebagai kegiatan tahunan di Kabupaten Biak Numfor. Festival ini menjadi ajang promosi Biak ke khayalak umum. Diharapkan dengan adanya festival ini, maka Biak makin dikenal bukan hanya di Indonesia tetapi ke penjuru dunia. Sehingga dapat mendongkrak kunjungan wisata baik domestic maupun mancanegara ke Biak. Biak pun memiliki potensi wisata yang luar biasa, wisata alam, wisata religi, wisata bahari, wisata sejarah, maupun wisata budaya dan tradisi semua tersaji di Biak.

So…. Let’s go to Biak…. Visit Biak… Hidden purity of Indonesia
Reaksi:

2 comments:

  1. Waah, seru sekali Festival Biak Munara Wampasi ini. Semoga Biak semakin dikenal ya

    ReplyDelete

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts