01 February 2017

Siapa yang tidak kenal dengan Toraja, bahkan sampai ke luar negeri pun Toraja di kenal. Siapa yang tidak ingin ke Toraja, semua pasti mau. Toraja sebagai salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan dengan waktu tempuh sekitar 8- 10 jam dari Makassar via darat.

Toraja ibarat surga titipan Tuhan di Indonesia yang menyimpan keindahan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa dan nggak ada di belahan dunia manapun. Karena itu, jangan mati sebelum ke Toraja

Inilah kutipan dari Bapak Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan. Memang iya harus ke Toraja ??? Apa saja yang menjadi daya trik, sehingga orang berbondong-bondong ingin menginjakkan kaki di Toraja ??? Bahkan Gubernur SulSel mengatakan hal demikian ???
Patung Lakipadada

Tak perlu diragukan lagi. Toraja menyimpan beragam destinasi wisata yang unik dan patut diacungi jempol. Bahkan Toraja menjadi andalan pariwisata Indonesia, selain Bali. Banyak hal yang anda akan dapatkan ketika berkunjung ke Toraja. Budaya, salah satu yang terkenal adalah Rabu Solo’ (Pesta Kematian), dimana bagi orang Toraja yang memiliki darah bangsawan atapun ditunjang dengan perekonomian yang memadai, tak tanggung-tanggung mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli kerbau, babi dan sebagainya. Tetapi disini juga terlihat kebersamaan, rasa kekeluargaan suku Toraja. Kuburan Batu, Beberapa orang Toraja dikubur di dalam batu yang telah dipahat atau menggantung di batu, semakin tinggi letak kuburan, maka strata sosial orang tersebut semakin tinggi. Ini bisa ditemukan di objek wisata Ke’te’ Kesu’ dan Lemo.

Tongkonan, rumah adat suku Toraja sekaligus rumah adat Provinsi Sulawesi Selatan yang berbentuk perahu yang memiliki nilai dan makna tersendiri, konon nenek moyang orang Toraja sampai di Toraja dengan menggunakan perahu. Kopi Toraja, salah satu kopi  terenak di dunia dan sangat terkenal, bisa menjadi buah tangan. Objek Wisata Alam, banyak destinasi wisata yang Toraja sajikan, seperti Negeri Diatas Awan Lolai, Ollon, Agrowisata Pango-Pango, dan sebagainya. Wisata Religi, Patung Tuhan Yesus di Buntu Burake.

Nahhhh…. Untuk lebih mengenalkan Toraja ke mata dunia, pemerintah dan masyarakat tidak henti-hentinya melakukan promosi dan beberapa kegiatan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Toraja sekaligus tetap menjaga adat dan budaya yang ada dengan melibatkan semua kalangan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Lovely December dengan tema “Toraya Maelo”.

Lovely December merupakan kegiatan tahunan yang diselengarakan pemerintah Toraja. Terdapat beragam atraksi seni dan budaya, pameran dan lomba-lomba yang akan ditampilakan selama bulan Desember untuk mendukung kegiatan ini. Mengutip dari berbagai sumber, beberapa agenda kegiatan untuk memeriahkan Lovely December, seperti Getaran Kedamaian Umat (Lonceng Gereja dan Bedug Mesjid), Festival Kopi, Christmas Choir Competition, Lomba Kasidah, Festival Lagu Toraja, Jelajah Sepeda Wisata, Toraja Colour Run, Toraja Night Run, Festival Foto Wisata, Festival Rakit Tradisional, Lomba Lari Lintas Wisata, Event Puncak Lovely December dan masih banyak lagi.

Sebagai orang Toraja, pamali jika belum pernah merasakan sensasi Lovely December. Saya pun sebagai orang Toraja (I’m proud) menyempatkan diri untuk mengikuti beberapa kegiatan sambal liburan, salah satunya Puncak Lovely December. Dilaksanakan di Plaza Kolam Makale pada tanggal 29 Desember 2016. Karena lahir dan besar di Toraja sehingga tidak menyulitkan saya untuk menuju lokasi, walaupun saat ini sedang ada pengerjaan jalanan di Toraja sehingga sedikit macet, ditambah banyak orang Toraja yang pulang kampung.

Puncak Lovely December sendiri dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati dan Wakil Bupati Tana Toraja dan beberapa pimpinan pemerintah kota dan kabupaten tetangga. Tak lupa masyarakat Toraja pun mengikuti kegiatan ini, panggung dan tempat peserta dibuat sedemikian rupa, ada yang ditengah dan mengeliling kolam makale.
Bapak Syahrul Yasin Lompo (Gubernur Sulsel), Bapak Ir. Nicovemus Biringkanae (Bupati Tana Toraja), Victor Datuan Batara S.H (Wakil Bupati Tana Toraja)

Beberapa rangkaian acara yang ditampilkan….

Getaran Kedamaian Umat (Lonceng Gereja dan Bedug Mesjid). Dimana secara bersamaan lonceng gereja dibunyikan dan bedug masjid di pukul. Ada pula penampilan Kasidah dari pemenang lomba Kasidah. Kita tahun bahwa Toraja mayoritas beragama Kristen. Inilah bukti bahwa di Toraja dan masyarakat Toraja masih menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Jika dibeberapa tempat terjadi sengketa akibat perbedaan agama, maka disini kami menunjukkan dan menyebarkan kepada dunia luar bahwa kami masih bersaudara dan bersatu ditengah perbedaan. Tak ada diskriminasi dan celah, kita saudara, kita orang Toraja. I’m proud of you, Toraja.
Bedug 


Kasidah

Paduan Suara DB3 Voice. Paduan suara ini merupakan kumpulan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Univeristas Hasanuddin. Saya sempat berbincang-bincang kepada salah satu anggotanya, kenapa bisa sampai disini, katanya mereka memasukkan proposal untuk tampil di acara ini dan diterima panitia. Mereka membawakan beberapa lagu Toraja, walaupun sebagian besar bukan orang Toraja. Tetapi kesan Toraja cukup kental ditambah pakaian dan aksesoris yang mereka pakai, Toraja Bangettttttt.
DB3 Voice-SOSPOL UNHAS

Paduan Suara SMA se-Tana Toraja. Pesertanya berasal dari beberapa SMA yang ada di Toraja, seperti SMAN 1 Makale, SMAN 2 Makale, SMAN 3 Makale, SMA Kristen Makale, SMA Katolik Makale. Semua berasal dari Toraja dan kemungkinan semua bersuku Toraja. Tak heran jika bahasa dan aksen Toraja tidak diragukan lagi walapun kebanyakan dari mereka berseragam sekolah masing-masing, hanya beberapa yang menggunakan pakaian Toraja (merangkap sebagai penari).
Paduan Suara SMA se-Tana Toraja

Pelepasan Balon Lovely December. Spanduk bertuliskan “Toraya Maelo” sebagai tema tahun ini. Walapun tidak berjalan sesuai dengan rencana, balon tidak kunjung mengudara. Kemungkinan karena jumlah balon yang sangat sedikit dengan spanduk yang berat.
Pelepasan Balon Lovely December

Terjun Payung. Ini juga tidak sesuai rencana, terjunnya setelah kegiatan selesai. Alhasil ambil fotonya dari kejauhan karena sudah mau balik.
Terjun Payung

Sehabis kegiatan, saya masih berkeliling disekitaran lokasi pelaksanaan. Terdapat beberapa rangkaian acara yang sedang berlangsung juga, seperti

Pameran Kuliner dan Kerajinan se-PKK Kabupaten Tana Toraja. Kegiatan memamerkan kuliner khas Toraja seperti Deppa Tori’ dan Deppa Te’tekan (Deppa merupakan Bahasa Toraja yang berarti Kue).
Pameran Kuliner dan Kerajinan se-PKK Kabupaten Tana Toraja

Festival Foto Wisata dengan tema “Alam & Budaya Tana Toraja”. Disini dipamerkan foto tentang Tana Toraja, seperti destinasi wisata, alam, budaya dan kehidupan masyarakat Toraja.
Festival Foto Wisata dengan tema “Alam & Budaya Tana Toraja”

Lovely December salah satu kegiatan di Tana Toraja yang sangat bermanfaat sebagai ajang promosi Toraja. Sehingga Toraja lebih dikenal dunia lagi, lagi dan lagi. Tapi bukan hanya itu yang harus diperhatikan… Dukungan dalam kegiatan pariwisata harus menjadi perhatian, seperti jalanan menuju lokasi wisata, sarana dan prasarana di lokasi wisata (tempat sampah dan toilet) dan yang terpenting adalah cara kita menjaga destinasi wisata di Toraja tetap lestari dan patut untuk dikunjungi sebagai anugrah, Surga Titipan dari Tuhan.

Satu lagi… BANDARA. Pembangunan bandara di Toraja harus dilanjutkan, seperti yang disampaikan Bapak Syahrul Yasin Limpo dalam sambutan Lovely December. Ini bisa lebih mendongkrak kunjungan wisatawan ke Toraja. Jika harus menempuh perjalananyang memakan waktu lama dari Makassar dengan adanya bandara maka perjalanan hanya ditempuh sekitar 45 menit bahkan bisa jadi ada penerbangan langsung ke luar negeri, seperti Toraja-Singapura. Berharap demikian….

Selamat berkunjung ke Toraja. Eksplore Toraja. Harus ke Toraja

Reaksi:

6 comments:

  1. Wahhhh... Harus ke Toraja ini...

    ReplyDelete
  2. Toraja memang menakjubkan... Toraja memang indah... Menakjubkan dan indah alamnya, budayanya, orangnya

    ReplyDelete
  3. Toraja memang mantap... Bangga jadi org Toraja

    ReplyDelete
  4. Toraja masuk dalam list jalan-jalan saya.

    ReplyDelete

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts