08 February 2017

Indonesia sebagai negara kepulauan sudah tentu dianugrahi potensi laut yang memukau., terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Tersimpan berbagai spesies biota laut dengan bentuk, warna dan ukuran didalamnya. Mulai dari ukuran yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sampai ukuran yang super besar. Ada plankton, karang, ikan, dan mamalia.

Keindahan tersebut tidak lepas dari masalah yang sering dihadapi oleh hewan laut, seperti penangkapan ikan dengan menggunakan bom dan potassium, pengambilan telur penyu untuk konsumsi, sampah dan limbah yang dibuang ke laut, dan masih banyak lagi..

Lumba-lumba sebagai mamalia laut pun tak luput dari ancaman… Apakah anda setuju dengan sirkus lumba-lumba ??? Memindahkan lumba-lumba ke habitat buatan yang pastinya berbeda kondisi lingkungannya ??? Membiarkan lumba-lumba jauh dari habitat aslinya ??? Menonton lumba-lumba mungkin memang menyenangkan bagi kita, tetapi bagi lumba-lumba sebagai objek tontonan apakah menyenangkan juga ??? Tentu tidak… Layaknya kita yang dipindahkan dari daratan ke lautan sebagai tontonan hewan laut, pasti tidak menyenangkan. Lebih baik membiarkan lumba-lumba hidup di perairan terbuka, jika ingin menonton datang langsung ke lautaan. Sembari menonton lumba-lumba, kita juga bisa menikmati pemandangan laut…

Terus apa yang harus kita lakukan… Say No To Dolphins Circus !!!!! Say No To Dolphins Show !!!!! Save Dolphins !!!!! Jangan Menonton Dan Katakan Stop Untuk Sirkus Lumba-Lumba !!!!!

Seperti kampanye yang dilakukan salah satu komunitas pemerhati lingkungan #seasoldier bersama Nadine Chandrawinata yang menyebarkan virus ramah lingkungan. Mengajak kita semua untuk peduli terhadap lumba-lumba.

Selain sebagai objek dalam sirkus, lumba-lumba sering mengalami masalah “TERDAMPAR”. Iyaaaa… Biasanya lumba-lumba terdampar karena beberapa hal, seperti sakit dan terluka pada saat mengalami migrasi, adanya gangguan sistem navigasi lumba-lumba biasanya karena adanya aktivitas kapal yang mengeluarkan sonar, dan ditinggal kelompok.
Lumba-Lumba Terdampar (Gambarnya kurang bagus...Gambar aslinya entah dimana)

Seperti yang saya dan teman-teman temui di salah satu pulau….

Awal ceritanya…
Pada saat kami melakukan kegiatan di Pulau Padaidori, Distrik Aimando sebagai salah satu pulau yang masuk ke dalam Kawasan Konservasi Perairan Nasional, bernama Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Padaido. Saat berangkat ke pulau sekitar siang hari, ditengah perjalanan kami pun disambut segerombolan lumba-lumba yang mungki sedang mencari makan, entalah…. Ini kali pertama saya ke Distrik Aimando dan langsung di sambut lumba-lumba pemandangan yang luar biasa.

Sampai di daratan, saya ngobrol dengan salah seorang penduduk, tentang lumba-lumba. Dia mengatakan bahwa memang di perairan sekitar Pulau Padaidori sering terlihat lumba-lumba dan biasanya ada yang terdampar. Usut punya usut, esok paginya (8 Oktober 2016) saat sedang duduk-duduk menikmati minuman panas yang disiapkan tuan rumah tempat kami menginap, ternyata ada lumba-lumba yang terdampar di pulau ini.

Saya pun menuju ke lokasi tempat lumba-lumba terdampar, seekor lumba-lumba sudah mati dengan kondisi sekitar tubuh ada luka dan berdarah. Apa yang kami lakukan ??? Membiarkan, Mengambil untuk Dimakan, atau Mengubur ???
Lumba-Lumba terlihat terluka

Kami tidak memberikan lumba-lumba tersebut karena bisa jadi menimbulkan bau busuk di sekitar lokasi yang berdekatan dengan rumah penduduk. Kami pun tidak mengambil untuk dimakan karena memang kami tidak tertarik sama sekali untuk makan lumba-lumba, kalaupun dimakan takutnya membawa penyakit. Dikubur, inilah yang kami lakukan. Dengan menggunakan pengetahuan dan alat seadanya, kami menguburkan lumba-lumba. Masyarakat membantu kami untuk menguburkan. Setidaknya jika dikubur tidak mengganggu lingkungan dan masyarakat sekitar, bisa jadi rangkanya bisa di ambil untuk dipamerkan sebagai bahan ajaran untuk orang lain, terutama anak-anak.
Bersama masyarakat mengubur lumba-lumba

Itulah sedikit pengalaman bersama lumba-lumba (bukan kamu yakkk) yang mungkin kurang menarik dan tidak bermakna sama sekali. Tetapi inilah aksi kami dilapangan sebagai kepedulin kami dengan lumba-lumba. Jangan mengambil lumba-lumba untuk sirkus, Jangan mengambil lumba-lumba untuk di makan, Biarkan lumba-lumba hidup di alam.
Lumba-Lumba terdampar
Reaksi:

8 comments:

  1. Say no to dolphin circus

    ReplyDelete
  2. Info yang sangat bermanfaat... Lumba-lumba terdampar dalam keadaan mati sebaiknya d kubur, jangan dimakan atau dibiarkan

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Iya mas... Untung.x terdampar pas kami dsana.Jadi lgsung d kubur

      Delete
  4. Duh kasian banget..
    tapi sipp dah udah dikuburkan secara layak. Thanx buat yang ada disana :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas...kasian. Untung org dsni (Padaido, Biak) tdk biasa makan lumba2... Jdi.x d kubur

      Delete

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts