03 November 2016

Setelah menikmati Air Terjun Wafsarak, kami kembali ke Kota Biak. Karena dalam perjalanan menuju kota, pasti melewati salah satu tempat wisata maka kami berinisatif untuk singgah. Namanya, Pantai Wari.
Pantai Wari


Tak perlu susah payah untuk menemukan pantai ini dikarenakan letaknya yang strategis, di pinggir jalan raya. Pantai Wari terletak di Desa Warsa, Biak Utara. Kurang lebih 1 jam dari Kota Biak. Jalanan menuju pantai ini tergolong bagus dengan jalan beraspal, namun tetap hati-hati karena bisa saja ada hewan yang berkeliaran di jalanan. Jika tertabrak akan mendapat sanksi adat (keistimewaan Papua).

Pantai Wari merupakan salah satu pantai favorit di Biak. Dijadikan sebagai tempat melepas lelah dan penat bagi para pekerja dan tempat rekreasi bagi masyarakat sekitar. Tak ayal jika pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, apalagi kalau akhir pekan. Pantai ini memiliki pasir putih dengan bentuk pantai seperti cekungan. Cocok untuk dijadikan tempat berenang, bersantai ria dan berjemur. Tak hanya itu, keseruan anak-anak sekitar akan menambah pemandangan pantai, anak-anak yang sedang berenang, bermain bahkan ada mendayung perahu di telaga yang masih bersambungan dengan lautan.
Pantai Wari

Untuk memanjakan para wisatawan, pengelola menyiapkan beberapa gazebo untuk tempat bersantai, kamar mandi untuk membersihkan diri dari air laut dan tempat menjual minuman dan cemilan.
Gasebo

Saat berkunjung, saya melihat banyak wisatawan yang menikmati pantai ini, ada yang berjemur, berenang, berfoto maupun hanya datang mengantar teman dan keluarga. Saya melihat anak-anak yang sedang mendayung perahu dan tak hanya wisatawan lokal, wisatawan asing pun datang menikmati keindahan pantai ini.

Anak-anak yang sedang bermain disekitar pantai

Mungkin karena saat berkunjung, kami menggunakan motor sehingga kami tak mengeluarkan biaya atau tiket masuk ke pantai ini, seperti yang kami dapatkan di Air Terjun Wafsarak. Tapi pada umumnya setiap tempat wisata di Biak, pasti mematok harga tertentu untuk masuk ke kawasan wisata plus biaya parkir.
Mungkin penginapan


Terlepas dari itu semua, pantai ini masih perlu perhatian dari pengelola dan terutama para penunjung untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ini. Masih ada sampah yang berserahkan dimana-mana dan coretan di dinding-dinding bangunan. Ini menjadi ironi tempat wisata di Indonesia. 
Coretan di dinding
Jangan buang sampah sembarang yak...
Jangan corat-coret dimana-mana yak...
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts