07 September 2016

Sampailah saya di Biak setelah perjalanan dari Makassar. Biak merupakan wilayah yang masuk ke dalam pemerintahan Provinsi Papua. Walaupun pulau tersendiri, terpisah dari daratan utama Papua yang terdiri dari 2 kabupaten, yakni Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supriori. Tujuan saya ke Kota Biak, Kab. Biak Numfor tempat saya bekerja (pekerjaan nanti saya akan tulis di post selanjutnya)
Kota ini memiliki bandara bernama “Frans Kaiseipo” yang masuk ke dalam daftar salah satu bandara dengan runway terpanjang di Indonesia. Bandara ini merupakan peninggalan penjajah pada zaman perang dunia yang menjadi bukti sejarah sampai sekarang ini. Saat ini menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju Biak dan sekitarnya... (infonya kurang lengkap yakkkk soalnya orang baru)...  Hehehe... Lanjut....

Kota Biak menjadi pusat pemerintahan Kab. Biak Numfor sehingga tak ayal bila banyak gedung pemerintahan (gedungnya tak seperti di Jakarta) dan pastinya para pendatang pun banyak berkeliaran (termasuk saya pendatang baru).... Biak termasuk wilayah pesisir tak ada gunung, sehingga hawa disini sedikit panas tetapi udaranya bebas polusi sangat sejuk, masih bisa melihat bintang pada malam hari... Tak ada gedung tinggi, tak ada mall hanya supermarket, tak ada bioskop dan tak ada tempat nongkrong selain taman kota, itupun tak seramai taman kota di beberapa daerah. Sehingga bagi para orang yang lebih suka gaya meteropolitan sangat susah untuk hidup disini.

Untuk saya tidak masalah, karena saya tidak terlalu doyan untuk jalan-jalan ke tempat modern, sukanya jalan-jalan dengan nuansa alam.... Kata teman saya yang besar di Biak... Tak ada perubahan berarti yang terjadi di Biak begitu-begitu saja.... Tetapi nikmati saja... Biak pasti memberikan sesuatu untuk kita atau lebih bagusnya kita memberikan sesuatu kepada Biak.

Setelah beberapa hari di Biak, saya pun berkesempatan untuk membeli bahan makanan (maklum masak sendiri di rumah alias kantor) di salah satu pasar tradisional yang terkenal di Biak, Pasar Bosnik namanya.
Pasar Bosnik

Pasar Bosnik terletak di daerah Bosnik, Biak Timur. Sekitar 20 menit dari Kota Biak. Pasar ini menjadi tempat bagi para pedagang yang menjual barang dagangan dari beberapa tempat di Biak. Salah satunya adalah hasil laut dari nelayan. Nelayan ini pun beragam, ada yang dari daratan Biak dan ada pula yang dari Kepulauan Padaido. Kepulauan Padaido terletak disebelah tenggara Pulau Biak yang terdiri dari sekitar 30an pulau terbagi dalam dua distrik yakni Distrik Padaido (Padaido Bawah) dan Distrik Aimando (Padaido Atas)... Cerita tentang Kepulauan Padaido akan saya ceritakan dipostingan terpisah... Hehehe... Lanjut bahas Pasar Bosnik....

Sistem yang diterapkan di pasar ini adalah sistem SKS.... Kok kayak singkatan yang pernah didengar saat kuliah. SKS = Satuan Kerdit Semester. Eeeee.... Bukan itu kepanjangannya,  tetapi SKS = Selasa Kamis Sabtu. Jadi SKS ini adalah hari pasar yang ada di Pasar Bosnik. Hanya pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu berlangsung transaksi jual beli, di luar hari tersebut, libur. Kayak sekolah aja ada liburnya. Hehehe

Pasar Bosnik menjadi salah satu tumpuan bagi pedagang di Biak dan sekitarnya. Selain hasil laut, seperti ikan, udang, cumi dan kerang-kerangan. Beberapa hasil kebun pun di jaul di sini, seperti sayuran, talas, sukun, bumbu-bumbu dan sebagainya. Ada juga makanan, seperti kue, ikan asap dan talas rebus yang disertai dengan ketupat dan sambal. Tak hanya itu terdapat pula beberapa pedagang yang menjual souvenir, seperti tas, gelang dan sebagainya...

Para pedagang pun menempatkan dagangannya di beberapa bagian, ada yang menjual di sebuah bangunan yang masih baru tapi tak begitu luas, ada yang hanya berupa meja dari kayu, ada yang meletakkan jualan di tanah hanya dialasi kain atau karung. Ditempat terpisah yang dipisahkan oleh jalan raya, beberapa kios berjejer menjual kebutuhan sehari-hari, terdapat pula sebuah bangunan yang sudah lama....

Sayangnya salah satu permasalahan di pasar ini adalah sampah. Beberapa titik di sekitar pasar bertumpukan sampah yang tidak berada di tempatnya…. Perlu perhatian pemerintah dan pengelola untuk menyediakan tempat sampah dan terpenting kesadaran para penjual dan pembeli serta pengunjung lainnya untuk membuang sampah pada tempatnya…. Jaga kebersihan lingkungan yaaaaakkkkkkkk….
Sampah di beberapa sudut pasar

Puas melihat kegiatan di Pasar Bosnik dan membeli beberapa kebutuhan dapur... Kembali ke rumah....

Sekedar informasi.... Pasar Bosnik terletak di dekat pantai, jadi jika anda ingin jalan-jalan ke pantai setelah berbelanja tak ada salahnya.....
Pantai Bosnik

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts