08 July 2016



Bangun pagi

Bersiap-siap menuju Candi Prambanan sesuai dengan rencana tadi malam bersama teman (dua bersaudara Pepi dan Hose). Perjalanan di mulai dari Halte Malioboro menggunakan Trans Jogja dan turun di Halte Prambanan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Disini, saya kembali bertemu teman baru, seorang bule dan 2 orang Indonesia. Jika jalan kaki dapat ditempuh sekitar 10 menit. Di Halte Prambanan, beberapa pilihan transprotasi menuju Candi Prambanan, seperti becak motor, ojek atau andong. Kami pun (berempat)  bersepakat menggunakan andong menuju candi dengan biaya sekitar Rp. 20.000.
Candi Prambanan

Memasuki kompleks Candi Prambanan, kami berpisah. Saya masih menunggu teman (Pepi dan Hose) di loket pembelian tiket. Tak lama, mereka pun datang menggunakan motor. Kami menuju loket pembelian tiket . Harga tiket masuk Rp. 30.000 untuk orang dewasa dan Rp. 12.500 untuk anak-anak (3-6 tahun) ada juga harga untuk rombongan pelajar minimal 20 orang disertai surat dispensasi dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 12.500/orang. Jam buka loket Candi Prambanan 06.00 – 17.15.
 
Salah Satu Sudut Kompleks Candi Prambanan

Kami memasuki kompleks candi, terdapat beberapa candi sementara di renovasi dan terdapat beberapa tumpukan batu candi yang mungkin dulunya bangunan candi, tetapi runtuh termakan waktu. Di dalam kompleks utama Candi Prambanan, ternyata terdapat  candi, seperti Candi Siwa, Candi Brahma, Candi Wisnu, Candi Nandi, dan sebagainya. Kompleks Candi Prambanan terletak di Dusun Karangasem, Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman. Kami mengelilingi kompleks candi, memotret, dan masuk ke dalam candi induk, yakni Candi Siwa. Di dalam Candi Siwa terdapat sebuah arca besar.
Salah satu candi dalam kompleks Candi Prambanan

Puas berjalan-jalan, kami masih berkeliling di luar kompleks utama dan makan siang. Kemudian berpisah, saya di antar Pepi ke Halte Prambanan dan melanjutkan perjalanan kembali ke Malioboro.
Reruntuhan batuan penyusun candi

Sampai di Malioboro, saya langsung menuju Museum Benteng Vredeburg yang terletak tak jauh dari Jalan Malioboro, letaknya di Jl. Jend. A. Yani No 6, Yogyakarta. Adapun tiket masuk sebesar Rp. 2.000/orang dewasa, Rp. 1.000 untuk anak-anak dan Rp 10.000 untuk foreign (wisatawan asing). Jam buka museum pukul 07.30–16.00 untuk hari senin libur. Museum ini terbagi ke dalam beberapa ruangan, yakni ruang diorama, ruang bimbingan, pepustakaan, ruang pameran, ruang storage, ruang perencanaan, ruang pengkajian, ruang penyajian, dan ruang audio visual.
Museum Benteng Vredeburg

Adapun koleksi dari museum ini, seperti patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit bendera merah putih, lukisan proklamasi kemerdekaan, dan beberapa foto zaman perjuangan kemerdekaan.
Patung Ibu Fatmawati sedang menjahit bendera

Selanjutnya saya menuju Taman Pintar Yogyakarta dengan berjalan kaki dikarenakan jarak yang relatif dekat dari Museum Benteng Vredeburg.
Taman Pintar Yogyakarta

Memasuki Taman Pintar Yogyakarta, kita akan disambut lorong air pancur dan gong (semacam gong perdamaian). Di taman pintar ini, saya tidak sempat masuk ke dalam gedung, hanya berjalan-jalan di sekitar taman. Beberapa hal yang saya liat dan memang dapat menambah wawasan adalah adanya  planetarium (seperti planetarium di Jakarta atau bisa dibilang mini planetarium), zona kesehatan yang bekerjasama dengan Fakultas Farmasi UGM, dan PAUD. Selain itu ada hal menarik yang saya lihat, yakni sebuah drum yang di susun dan di letakkan di beton secara horizontal.
Air Mancur

Drum

Museum Sonobudoyo, menjadi tujuan saya setelah dari Taman Pintar. Saya pun berjalan kaki walaupun jarak yang lumayan jauh tetapi tidak terasa karena banyak orang yang juga berjalan kaki.
Museum Sonobudoyo

Memasuki museum suasana tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa pengunjung mungkin karena sudah sore. Letak Museum Sonobudyo di Jl. Trikora No. 6, Yogyakarta dengan tiket masuk seharga Rp. 3.500/orang. Di museum ini pun terbagi menjadi beberapa ruangan, seperti ruang emas, ruang batik, ruang wayah, ruang klasik dan islam, ruang pengenalan, ruang Bali dan Jawa Tengah dan beberapa ruang lainnya. Seperti nama ruang tersebut, beberapa koleksi dari museum ini yaitu wayang kulit, keris, patung, kendil, dsb.
Wayang, salah satu koleksi Museum Sonobudoyo

Selain itu, di luar ruangan museum terdapat beberapa koleksi di taman, seperti  Arca Bodhisatwa, Arca Awaloksiteswara, Arca Aksobya, Arca Dewiparwati dan masih banyak lagi.
Arca, Salah satu koleksi Museum Sonobudoyo

Perjalanan berlanjut ke Keraton Yogyakarta …..
Petunjuk Arah

Postingan selanjutnya….
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts