10 May 2016



1000guru sebagai kumpulan anak muda yang peduli terhadap potret pendidikan di daerah pedalaman Indonesia memiliki program jangka pendek yang diberi nama Traveling and Teaching (TnT).  Program tersebut berupa kegiatan dengan melakukan traveling ke suatu destinasi wisata dimana tidak hanya menikmati wisata yang dilakukan, tetapi memberikan sedikit konstribusi bagi pendidikan anak-anak yang berada di sekitar destinasi wisata. Konstirbusi tersebut dapat berupa pemberian donasi (tas, alat tulis, sepatu, dan lain-lain), motivasi serta mengajar. 
Traveling and Teaching (TNT)di SDN Kelas Jauh Raibasin

Tak ketinggalan 1000guru kupang, TnT kali ini merupakan TnT #5 yang dilaksanakan di SDN Kelas Jauh Raibasin yang terletak di Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kesempatan untuk mengikuti TnT ini pun kembali saya dapatkan.

Berangkat dari Kota Kupang pada tanggal 01 April 2016 sekitar jam 20.00 menggunakan bus dan tiba tanggal 02 April 2016 sekitar pukul 04.00 di Kabupaten Belu. Itu pun, kami tidak langsung menuju sekolah tempat dilaksanakannya TnT, tetapi kami beristirahat sejenak di sekretariat SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). Kebetulan salah satu teman yang pernah ikut TnT #4 menjadi tim dari SM-3T. Setelah beristirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan menggunakan mobil angkutan umum, berupa pickup yang memiliki tenda dan kursi pada bagian belakang. Jarak tempat kami menginap dengan sekolah tidaklah terlalu jauh.

Memasuki SD Kelas Jauh Raibasin, terlihat dari kejauhan terlihat bangunan yang beratap dan berdinding seng dengan 3 pintu. Tak ketinggalan sebuah tiang bendera diatas puncaknya berkibar dengan gagahnya bendera negara kita tercinta. Bangunan ini berdiri di sebuah tanah yang disekitarnya tak ada satu pun bangunan yang menemani sekolah ini. Mendekati dan melihat kondisi sekolah, hanya terdapat 2 ruang kelas dan 1 ruang guru dengan kondisi lantai masih tanah.
SDN Kelas Jauh Raibasin

Menurut informasi yang saya dengar bahwa sekolah ini adalah kelas jauh dari SD Raibasin yang jaraknya tidak terlalu jauh, dimana dua ruang semuanya diisi oleh kelas I. Dipindahkannya kelas I ke kelas jauh ini bukan tanpa alasan, beberapa alasan berhubungan dengan cerita mistis di sekolah induk. Untuk data jumlah murid dan guru, saya kurang informasi.

Setelah arahan dari staf pengajar, murid dibagi menjadi 5 kelompok. Saya bersama dengan Kak Kristin dan Kak Mando mendapat kelompok 5 dengan jumlah murid sekitar 7 orang. Setiap kelompok memberikan materi pelajaran dan motivasi. Di kelompok kami, kami memberikan materi berupa pengenalan angka (penjumlahan dan pengurangan), jenis-jenis hewan, dan cita-cita selain itu, kami menyelingi dengan games dan bernyanyi untuk menambah semangat anak-anak dalam menerima pelajaran yang kami berikan. Tak lupa kami menanyakan cita-cita mereka, beberapa ingin menjadi tentara dan guru.
Pembagian Kelompok

Terlihat dari raut wajah mereka ada semangat dan harapan untuk mencapai cita-cita yang mereka inginkan. Walaupun dalam keterbatasan, tetapi keterbatasan tersebut tidak menjadi penghalang dan batu sandungan untuk mencapai masa depan yang mereka inginkan dan menjadi harapan bagi para orang tua dan keluarga.
Murid SDN Kelas Jauh Raibasin

Proses pembelajaran kelompok selesai, dilanjutkan dengan pembuatan pohon impian, dimana setiap murid diberikan sebuah kertas berbentuk daun dan pada salah satu sisi kertas tersebut mereka akan menulis nama dan cita-cita, kemudian akan ditempel di batang pohon yang telah disiapkan panitia. Banyak cita-cita yang tertempel di pohon impian tersebut, berharap cita-cita menjadi kenyataan.
Pohon Impian

Pembagian donasi berupa tas dan peralatan belajar menjadi penutupan TnT bersama murid-murid. Donasi ini merupakan ucapan terima kasih 1000guru Kupang atas semangat dan kemauan yang ditunjukkan murid-murid SD Kelas Jauh Raibasin untuk dating menuntut ilmu demi kehidupan yang lebih baik walaupun dalam keterbatasan. Tak lupa foto bersama…..
Pemberian Donasi
Kembali ke dalam kelas untuk bertemu para staf pengajar. Ucapan terima kasih dari staf pengajar atas apa yang telah diberikan oleh 1000guru Kupang kepada murid-murid, baik berupa donasi, pengetahuan dan motivasi. Tak lupa ucapan terima kasih dari 1000guru Kupang kepada staf pengajar atas semangat dalam mengajar murid-murid dan semangat tersebut tidak akan pernah hilang.
Arahan Kepala Sekolah

Sehabis kegiatan Teaching, 100guru Kupang akan melanjutkan kegiatan Traveling ke destinasi wisata di Kabupaten Belu….

Traveling 1000guru Kupang TnT #5 akan saya ceritakan dipostingan berikutnya….
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts