21 May 2016



Keindahan Indonesia tidak bisa dipungkiri lagi, mulai dari laut sampai darat terbentang landscape yang dapat memanjakan mata. Tak terkecuali air terjun yang dimiliki oleh Indonesia. Banyak air terjun yang tersembunyi keindahannya karena untuk menjangkau destinasi tersebut membutuhkan pengorbanan yang luar biasa, tetapi ketika sampai pengorbanan tersebut akan sirna dengan apa yang ditawarkan.

Begitu pun dengan komunitas 1000guru Kupang dalam kegiatan Traveling and Teaching (TnT) #5 yang dilaksanakan di SDN Kelas Jauh Raibasin, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Setelah Teaching dengan memberikan pengetahuan, motivasi dan donasi, kegiatan dilanjutkan dengan Traveling. Kali ini destinasi wisata yang menjadi tujuan traveling ada dua, salah satunya adalah Air Terjun Mauhalek (destinasi satunya akan saya ceritakan dipostingan berikutnya) yang berada di Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu.
Traveling and Teaching 1000gurukupang


Mencapai air terjun tersebut tim menggunakan bus sebagai alat transportasi dari SD tempat pelaksanaan TnT #5. Perjalanan sekitar 2 jam untuk sampai di pintu gerbang air terjun.
Bus menuju Air Terjun Mauhalek

Memasuki pintu gerbang sebuah tulisan “Selamat Datang di Air Terjun Mauhalek” menyambut pengunjung. Kami tak membayar uang konstribusi ke air terjun ini, bus pun berhenti di dekat rumah penduduk yang jaraknya tidak jauh dari air terjun. Perjalanan menuju air terjun dilanjutkan dengan berjalan kaki menuruni anak tangga.
Tangga menuju air terjun

Sambil menikmati Air Terjun Mauhalek, kami pun menikmati makan siang…………

Air Terjun Mauhalek merupakan air terjun dengan puncak yang tidak terlalu curam, sehingga pengunjung dapat mencapai puncak. Tetapi perlu hati-hati ketika menaiki puncak karena bebatuan yang membentuk air terjun tertutupi oleh lumut dan lumpur. Ketika kami mengunjungi tempat ini, air tidak terlalu banyak.

Disisi lain dari air terjun ini terdapat sebuah puncak yang tidak begitu tinggi, namun memiliki curahan air yang deras sehingga tidak mudah untuk mencapai puncak.
Air Terjun Mauhalek

Beberapa penduduk setempat juga mengunjungi tempat ini untuk menikmati keindahan Air Terjun Mauhalek yang tersembunyi. Seorang penduduk mengatakan bahwa air terjun ini memiliki lintah. Dan betul, ketika saya sedang berdiri di dalam air saat ingin mengambil gambar, seekor lintah berukuran kecil menempel di kaki saya.
Tim 1000 kupang

Melihat kondisi sekitar air terjun, beberapa fasilitas yang telah tersedia tetapi tidak terawat dengan baik.

Terdapat dua buah ruang ganti, tetapi melihat kondisinya tidak memungkinkan untuk digunakan dikarenakan salah satu pintunya tidak ada dan yang lainnya rusak. Sehingga untuk bersih-bersih bisa menumpang di rumah warga yang tidak jauh dari air terjun ini.
Tempat Ganti

Ada satu tempat beristirahat yang bisa dimanfaatkan wisatawanseperti lopo-lopo, jika berkunjung ke air terjun ini. Namun saja kondisi yang kurang baik, tempat duduk tidak seperti biasa yang berasal dari beton, di tempat ini hanya potongan-potongan bambu yang dibuat secara sederhana menjadi tempat duduk dan atap lopo-lopo dari daun (entah namanya apa). Tanah menjadi alas dari lopo-lopo ini belum tersentuh oleh coran.
Lopo-lopo

Tempat Sampah. Air Terjun Mauhalek dilengkapi dengan tong sampah yang sedikit termakan oleh waktu. Tong sampah tersebut merupakan salah satu program KKN tahun 2015 dari salah satu perguruan tinggi negeri di NTT. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri masih saja ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan membuang sampah di sembarang tempat, sehingga mengurangi nilai estetika dari destinasi wisata ini.
Tong Sampah

Walaupun dengan kondisi seperti itu, jangan menghilangkan niat untuk tidak mengunjungi Air Terjun Mauhalek. Jangan khawatir karena kalian akan disuguhkan dengan pemandangan air terjun yang luar biasa yang akan menghilangkan seluruh kekhawatiran anda.
Air Terjun Mauhalek

Setelah puas dengan apa yang ditawarkan oleh Air Terjun Mauhalek, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata selanjutnya (Next post….)
Reaksi:

2 comments:

  1. Racun banget semua updetan artikelnya.. Kan jadi pengen piknik.. Malah pengen pindah ke NTT aja. Atau ke Tana Toraja? hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Racun gimana mbak ???. Racun kebaikan yak... Racun pengen traveling 😊😊😊... Bisa pindah kok mbak gak ada yg larang... Hehehe... Siapa tau ktmu jodoh d Kupang ato Toraja ... ☺☺☺ pisss

      Delete

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts