25 February 2016








Mendengar kata gua mungkin pikiran kita akan tertuju ke daerah pegunungan atau dataran tinggi. Tapi tahukah anda bahwa gua tidak berarti di pegunungan. Seperti kalimat tertawa tidak berarti senang dan menangis tidak berarti sedih.... Gua pun dapat ditemukan di daerah dataran rendah terlebih terletak berdekatan bahkan bermuara ke laut.
 
Gua Kristal (Fotografer : Mas Yuda)


Sebuah gua yang bernama Gua Kristal contohnya. Gua ini berlokasi di Kabupaten Kupang tepatnya di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat sekitar 20 km dari Kota Kupang. Kesempatan untuk mengunjungi gua tersebut akhirnya datang juga. Tepat hari Sabtu, 16 Januari 2016 saya bersama teman kantor berkunjung sekaligus mengisi liburan.

 
Dinding Gua Kristal

Berangkat dari kosan menuju Gua Kristal tidaklah begitu sulit. Dengan menggunakan motor bersama teman sebagai sarana transportasi (mobil pun bisa digunakan dan dapat menjangkau tempat ini), kami menuju ke arah Desa Bolok, kemudian belok di pertigaan ke arah kantor POLAIR. Setelah itu, kami melihat beberapa anak-anak yang berada di pinggir jalan sedang berkumpul. Mereka sebagai penjaga kendaraan yang akan parkir. Biaya parkir sebesar Rp. 5.000,-/kendaraan roda dua (roda empat kurang tau). Dari tempat parkir, kami hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit berjalan kaki menuju mulut gua. Kami pun ditemani beberapa anak-anak yang akan menuntun dan membantu menuju mulut gua serta mereka memberi sedikit penjelasan mengenai Gua Kristal.
  
Dinding Goa Kristal


Dari penjelasan yang saya dapatkan dari anak yang mengantar kami (namanya saya kurang tau, tidak sempat nanya soalnya), nama Kristal disematkan pada nama gua ini dikarenakan pada saat cahaya masuk ke dalam gua, maka cahaya akan menembus air yang jernih sampai ke dasar yang berupa batuan dan memantulkan cahaya berkilau seperti kristal.

Sesampai di mulut gua, kami tidak akan langsung melihat atau menyentuh air kolam yang berada di dalam gua, air masih berada di bawah. Pemandangan dari atas akan memperlihatkan suasana gelap, apalagi cahaya yang masuk terbatas. Perlu perjuangan lagi berjalan menuruni bebatuan untuk sampai di kolam. Butuh kehati-hatian dan kesabaran ketika berjalan dikarenakan bebatuan memiliki dasar yang sedikit licin.
  
Gua Kristal


Setelah sampai, kolam yang tidak begitu besar dengan air yang jernih telah menunggu kedatangan para pengunjung. Saya pun mencoba untuk menikmati kesegaran air dalam gua kristal dengan berenang. Dingin dan rasa payau terlebih kilauan pantulan dasar menjadi ciri tersendiri dari Gua Kristal. Rasa payau berasal dari lautan karena ternyata Gua Kristal ini langsung bermuara ke laut. Kita tidak akan melihat dengan jelas lubang menuju laut serta dasar dari gua ini tanpa adanya alat bantu.

Untungnya seorang bapak sebagai penjaga gua ini memiliki masker, snorkel dan senter yang dapat saya pinjam untuk melihat ke dalam air Gua Kristal sehingga saya dapat melihat dasar dari gua ini. Terlihat ada sebuah lubang besar sebagai jalur menuju laut, terdapat beberapa ikan yang menghuni gua ini. Saya pun melihat ada sebuah tali yang terpasang di dasar gua.
  
Gua Kristal


Dari pembicaraan dengan bapak tersebut, beliau mengatakan bahwa jarak dari gua ke laut sekitar 300-400 meter. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa tali yang terpasang di dasar gua merupakan tali yang memang sengaja di pasang oleh orang bule yang melakukan penelitian di gua. Bule tersebut sudah melakukan diving dari mulut gua menuju laut dengan menggunakan dua tabung dan membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa dan memacu adrenalin.

Karena pengunjung yang datang semakin banyak, maka kami pun bergegas untuk kembali walapun saya belum puas menikmati kolam alam Gua Kristal tersebut. Terlihat beberapa wisatawan lokal sekitar Kupang dan wisatawan mancanegara mengunjungi gua ini. Hal ini menandakan bahwa Gua Kristal telah memikat perhatian para wisatawan.

Gua Kristal telah menarik perhatian bagi kalangan wisatawan di sekitar Kupang bahkan mancanegara dengan keindahan yang dimiliki. Sayangnya, masih ada segelintir orang yang tidak bertangungjawab merusak keindahan gua dengan menulis di dinding gua dan sampah yang berserakan disekitar mulut gua ditambah tidak adanya tempat sampah yang tersedia.
 
Gua Kristal

Perlu perhatian dari pemerintah dan masyarakat serta para wisatawan yang datang untuk menjaga kelestarian serta mempromosikan Gua Kristal sebagai destinasi wisata yang patut di kunjungi di Kupang.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts