09 December 2015

Monitoring Terumbu Karang dan Ekosistem Terkait Lainnya di Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu merupakan salah satu program dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang. Ekosistem yang menjadi objek monitoring adalah terumbu karang dan lamun yang bertujuan untuk menyediakan data dasar kedua ekosistem tersebut.
 
Pulau Batek
Kembali saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini, Bersama Mas boby dan Kak Yongky (Staf BKKPN Kupang), Pak Jisrael (DKP Kab. Kupang) dan Pak Alex (Dosen Universitas Nusa Cendana). Kami terbagi menjadi dua tim, yakni tim terumbu karang (Pak Jisrael, Pak Alex dan Kak Yongky) dan tim lamun (Mas Boby dan Saya).

Lokasi monitoring di Pulau Batek yang terletak di Desa Netemnanu Utara, Kabupaten Kupang. Pulau ini merupakan salah satu pulau kecil terluar yang dimiliki Indonesia. Selain itu, pulau ini berbatasan dengan Timor Leste. Dalam rencana pengelolaan dan rencana zonasi TNP Laut Sawu, perairan sekitar Pulau Batek masuk ke dalam zona inti atau no take zone yang berarti tidak ada pengambilan sumber daya di daerah tersebut. 
 
Pulau Batek


Perjalanan menuju Pulau Batek berawal dari Pantai Oesapa, Kota Kupang sekaligus sebagai titik kumpul tim. Kami sudah berkumpul sekitar pukul 05.00 tetapi karena di luar dugaan air sedang surut maka kami harus mengangkut perlengkapan selama monitoring sekitar 1 km menuju titik sandar kapal. Kami baru bertolak dari pantai menuju Pulau Batek sekitar pukul 06.00

Perjalanan yang cukup panjang sekitar 12 jam, pukul 20.00 kami baru berada disekitar perairan Pulau Batek. Kami tidak langsung merapat ke pantai karena takutnya terjadi surut yang nantinya kapal bisa saja menabrak karang, jadi harus menunggu fajar menyingsing untuk menuju pantai. Kami menghabiskan malam di tengah laut. Pukul 05.00 kapal mulai bergerak menuju Pulau Batek dan ternyata kapal terbawa arus cukup jauh dari posisi tadi malam. Butuh sekitar 3 jam untuk tiba di pulau. Begitu tiba di pulau, kami kembali mendapat hambatan untuk menyandarkan kapal di pantai karena arus yang cukup kencang.

 
Kondisi Pulau Batek 

Sebelum melakukan monitoring, kami menuju pos jaga yang ada di Pulau Batek untuk melapor kegiatan yang akan kami lakukan. Kami harus mendaki untuk bisa sampai di pos jaga tersebut karena kondisi pulau berbukit. Pos jaga dihuni oleh TNI Angkatan Laut dan bagian Navigasi Kementerian Perhubungan. Setelah bercakap-cakap dengan para penjaga pos sekaligus penjaga perbatasan Republik Indonesia, kami kembali ke kapal mempersiapkan kegiatan monitoring.

 
Pemandangan dari atas Pulau Batek
Tim terumbu karang mempersiapkan peralatan scuba untu diving dalam memonitoring karang. Titik yang menjadi lokasi monitoring berada di sebelah timur pulau karena kondisi yang memungkinkan untuk melakukan pemantauan karang. Sementara kami dari tim lamun hanya bersnorkeling menyusuri perairan dangkal yang kemungkinan terdapat lamun dan menyusuri pantai.

Ada rasa kecewa ketika saya melakukan monitoring lamun, tidak ada tanda kehidupan lamun di sekitar Pulau Batek terlihat dari hasil snorkeling di perairan dangkal tidak ditumbuhi lamun dan penelusuran sekitar pantai tidak ditemukan serasah daun lamun ditambah cerita dari para penjaga pos sebelumnya yang mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat lamun di sekitar Pulau Batek bahkan saya sudah menunjukkan foto dari beberapa jenis lamun. Tapi tak apalah....

Seperti yang terlihat ketika saya snorkeling, karang di sekitar pulau tidak begitu banyak, hanya didominasi oleh karang lunak dan sedikit karang keras. Yang saya lihat hanya sedikit acropora itupun ukurannya masih kecil. Substrat perairan berupa pasir dan rubble (pecahan karang).
 
Pasir putih Pulau Batek

Monitoring selesai, kami bersiap-siap untuk kembali ke Kota Kupang. Berangkat sekitar pukul 14.00 dari Pulau Batek dan tiba sekitar pukul 06.00 pagi di Pantai Oesapa.

 Selama perjalanan baik pergi maupun balik, menuju dan dari Pulau Batek alam menyediakan pemandangan yang luar biasa, seperti.....

Pulau Kera dan Pulau Batek
Sempat foto tapi filenya gak tau tersimpan dimana hehehe. Yang penting pulau ini terletak di sekitar Teluk Kupang

Sunset
 
 
 

Sunrise
  

Lumba-lumba 
Tidak sempat foto. Yang penting kami beberapa kali melihat gerombolan lumba-lumba di sekitar perairan TNP Laut Sawu

Berharap ini bukanlah akhir mengunjungi pulau-pulau terluar Indonesia, khususnya Pulau Batek. Semoga masih diberi waktu dan kesempatan untuk berkunjung ke sana dan ke pulau terluar lainnya yang Indonesia miliki.

Salam dari Pulau Terluar Indonesia
Salam dari Pulau Batek
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts