05 October 2015


My Job My Adventure. Disamping bekerja sempatkan diri untuk berpetualang. My Job My Adventure Part II, membahas petualangan ke museum yang sempat saya kunjungi selama berada di Jakarta saat melaksanakan orientasi di salah satu instansi pemerintahan selama kurang lebih 2 bulan dari bulan April sampai bulan Juni. untuk mengisi liburan selama orientasi, tidak ada salahnya jika saya mengisinya dengan beradventure ke destinasi wisata yang ada di Jakarta.

JAKARTA. Kata yang tak asing bagi orang Indonesia, kota yang diinginkan oleh sebagain besar penduduk Indonesia untuk dapat menginjakkan kaki di tanah ini. Setiap orang ingin melihat lebih dekat suasana dan keadaan dari Jakarta. Jakarta yang menduduki jabatan sebagai ibukota negara, menerima dampak positif yang sungguh luar biasa, seperti pembangunan yang berkembang pesat sebagai pusat perkantoran dan pemerintahan dengan gedung pencakar langit dimana-mana, pusat perbelanjaan, tempat bertemunya berbagai etnis dari seluruh Indonesia. Disamping itu, dampak negatif tidak dapat dihindari oleh Jakarta, seperti kemacetan dimana-mana, suhu udara yang panas, banjir, sampah dan masih banyak lagi.


Terlepas dari dampak yang diterimanya, Jakarta tidak akan mengecewakan bagi siapa pun yang datang untuk mengunjunginya. Jakarta masih memiliki pesona wisata yang luar biasa bagi para traveler dari berbagai penjuru dunia, baik traveler lokal maupun mancanegara. Wisata alam di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, wisata budaya di Setu Babakan, wisata laut di Kepulauan Seribu, wisata sains di Planetarium, wisata modern di Ocean Park Water Adventure, wisata belanja di Tanah Abang, wisata kuliner di Jalan Peconongan, wisata rohani di Gereja Kathedral dan Mesjid Istiqlal dan wisata sejarah seperti Museum Nasional semua itu disuguhkan oleh Jakarta bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di tanah Jakarta.


Berbicara mengenai museum, kebanyakan masyarakat sekarang ini kurang berminat untuk melakukan wisata ke museum, masyarakat cenderung memilih berwisata ke tempat yang lebih modern. Padahal berwisata ke museum dapat menambah pengetahuan terkait benda yang di koleksi museum, asal benda dan sejarah benda tersebut, melihat cerita masa lalu dari benda yang dipajang, dan masih banyak lagi. Jakarta kemungkinan adalah kota di Indonesia yang memiliki banyak museum, sekitar 30 museum berlokasi di Jakarta. Hal yang sungguh menakjubkan sebagai kota yang sudah berkembang pesat, tetapi masih mempertahankan destinasi wisata yang satu ini. Selama di Jakarta, inilah museum yang dapat saya kunjungi….


Museum Nasional RI/Museum Gajah berlokasi di Jl. Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat. Disebut Museum Gajah karena karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871. Museum ini terletak di kawasan yang strategis bersebelahan dengan monument nasional (MONAS). Museum Nasional memiliki koleksi sekitar 141.000 benda bersejarah, yang terdiri dari koleksi prasejarah, arkeologi, numismatik dan heraldik, keramik, etnografi, sejarah dan geoggrafi.  Koleksi yang dimiliki, diantaranya bejana upacara perunggu, piring poselind di buat di Cina, Topeng dari Kutai Barat, Uang Gulden dan Medali “Batavia Genootschap” dari Belanda, arca Manjusri Sikhadara dari Ngemplak-Jawa Tengah, Sarung Batik R. A. Kartini dari Jepara-Jawa Tengah, Stempel kuningan dari Palembang-Sumatera Selatan, dan masih banyak lagi. Tiket masuk museum ini Rp 5.000,-/org.

 
Museum Nasional 
Museum Bank Mandiri terletak di Jalan Lapangan Stasiun No. I Kota Tua, Jakarta Barat. Akses menuju museum ini dapat menggunakan Transjakarta turun di halte Kota atau commuterline turun di Stasiun Kota dengan tiket masuk museum Rp 5.000,-/org. Museum Bank Mandiri memiliki  beberapa koleksi barang-barang kuno seperti mesin pembukuan rekening kuno,  pembolong kertas kuno, stempel embos sebagai alat pemberi tanda pada dokumen kertas, mesin perforator yang digunakan sebagai pembolong kertas, dan lain sebagainya.
Koleksi Museum Bank Mandiri

 Museum Bank Indonesia terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat.  Museum ini berdekatan dengan Museum Bank Mandiri. Tiket masuk ke museum Bank Indonesai tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Museum ini memiliki beberapa pesona yang menjadi daya tarik wisatawan, diantaranya koleksi mata uang Indonesia kuno sampai sekarang, sejarah metamorfosa logo BI, sejarah keuangan Indonesia, koleksi foto direktur BI,  kumpulan emas moneter Indonesia, perkembangan uang di Indonesia mulai dari zaman kerajaan sampai sekarang, dan lain sebagainya.
 
Koleksi Museum BI

Museum Fatahillah/Sejarah Jakarta terletak di Jalan Taman Fatahillah 1 Kota Tua, Jakarta Barat. Letaknya tidak terlalu jauh dari Museum Bank Mandiri dan Bank Indonesia. Tiket masuk ke dalam museum ini Rp 5.000.-/orang. Museum Fatahillah merupakan museum yang dapat dikunjungi untuk melihat dan memahami sejarah ibu kota Jakarta. Koleksi yang dipamerkan diantaranya pedang keadilan, model Gereja Belanda Baru, beberapa prasasti seperti prasasti batu tulis dan prasasti cidanghiang, meriam si jaguar,  penjara wanita, foto gedung besar pemerintahan, dan lain-lain.
 
Museum Fatahillah (tampak depan)

Museum Seni Rupa dan Keramik terletak di kawasan Kota Tua yang berdekatan dengan Stasiun Kereta Jakarta Kota dan halte busway  Jakarta Kota dengan tiket masuk Rp 5.000,-/org. Hal ini merupakan kawasan strategis yang dapat dijangkau dengan muda. Museum ini memiliki koleksi seperti patung, lukisan, dan keramik dengan berbagai macam bentuk dan ukuran dari berbagai negara.
 Museum Seni Rupa dan Keramik (tampak depan)

Museum Wayang pada awalnya adalah gedung gereja dengan berbagai proses maka sampai sekarang dijadikan museum wayang. Museum ini terletak di Kota Tua yang bersekatan dengan Museum Fatahillah dengan tiket masuk Rp 5.000,-/org. Sesuai dengan namanya museum ini memiliki koleksi berbagai jenis wayang, diantaranya wayang golek, wayang sasak NTB, wayang revolusi, wayang kulit, wayang wahyu dengan berbagai bentuk dan nama, selain itu alat pertunjukkan wayang dipamerkan disini,  seperti gamelan kyai intan dan masih banyak lagi.
 
Museum Wayang (tampak depan)

Museum Gedung M. H. Thamrin terletak di Jl. Kenari II No. 15 dengan tiket masuk Rp 5.000,-/org. Museum ini memiliki koleksi barang peninggalan M. H. Thamrin, seperti meja rias marmer, radio, sepeda perjuangan M. H. Thamrin, lukisan penggeledahan rumah saat M. H. Thamrin sakit, lemari pakaian, piring keramik, miniatur, kereta pengantar mayat M. H. Thamrin saat dimakamkan, dan berbagai koleksi yang lain.
 
Museum Gedung M. H. Thamrin (tampak depan)

Museum Sumpah Pemuda terletak di Jl. Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat dengan tiket masuk Rp 2.000,-/org. Koleksi dari museum ini berhubungan dengan peristiwa sumpah pemuda, seperti minitur kongres pemuda II, patung W. R. Supratman, patung Mr. Sartono, lukisan, biola W. R. Supratman, patung Prof. Mr. Soenaryo, berbagai kelengkapan kepanduan di Indonesia pada zaman dahulu, tulisan terkait pemuda Indonesia, patung J. Leimena, dan masih banyak lagi koleksi dari museum ini.

  
Museum Sumpah Pemuda 

Museum Kebangkitan Nasional berkolasi di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26 Jakarta Pusat. Tiket masuk untuk dewasa Rp 5.000,-/org. Museum ini sesuai dengan namanya memberikan data dan informasi yang berkaitan dengan sejarah kebangkitan nasional yaitu sejarah pergerakan bangsa Indonesia mulai dari masa kolonial Belanda sampai masa perjuangan mencapai kemerdekaan. Museum Kebangkitan Nasional terbagi kedalam beberapa ruang, yaitu ruang perkenalan, ruang sebelum pergerakan nasional, ruang awal kesadaran nasional, ruang pergerakan nasional, dan ruang tematik yang terdiri dari ruang pendidikan STOVIA, ruang dosen STOVIA, ruang peragaan kelas STOVIA, dan ruang peragaan kelas Kartini. Berbagai macam koleksi terdapat dalam museum ini diantaranya diorama kelas karinti dan kegiatan belajar di STOVIA, lukisan sejarah pendidikan di nusantara dan lukisan eksploitasi SDA dan SDM, patung M. Soewarno, peralatan kedokteran masa STOVIA, foto-foto dan lain sebagainya. 

  
Museum Kebangkitan Nasional

Museum Joang ’45 terletak Jl. Menteng Raya No. 31 Jakarta Pusat dengan tiket masuk Rp 5.000,-/org. Museum memiliki koleksi terkait perjuangan bangsa Indonesia pada tahun 1945 untuk mencapai kemerdekaan. Koleksi diantaranya patung dada Soekarno dan Moh. Hatta, tulisan terkait Menteng 31, diorama kondisi Gedung Joang ’45 Agusutus sampai September 1945,  dan penandatanganan naskah proklamasi, meja kerja dan kursi santai Bung Hatta, mesin jahit, lukisan Cornel Simanjuntak dan Soekarno serta Charil Anwar, perlalatan perang seperti bamboo runcing, dan sebagainya.

 
Museum Joang '45

Museum Taman Prasasti sesuai dengan namanya museum ini memiliki koleksi prasasti di dalam sebuah taman. Terletak di Jl. Tanah Abang I No. 1, Jakarta Pusat dengan tiket masuk sekitar Rp 5.000,--/org. Kebanyakan koleksi museum ini adalah kuburan Kristen orang asing dengan patung malaikat, seperti kuburan Jhon Patrick Sturrock seorang Skotlandia. Selain sebagai museum, tempat ini bisa dijadikan sebagai wisata religi.

  
Museum Taman Prasasti

Museum Ahmad Yani “Sasmitaloka” berlokasi di Jl. Lembang No. 58 Jakarta Pusat merupakan tempat tinggal Ahmad Yani semasa hidupnya yang menceritakan jalan hidup Ahmad Yani pahlawan revolusi Indonesia. Museum ini masih mempertahankan kondisi di dalam rumah seperti dahulu dengan beberapa perbaikan. Koleksi dari museum ini, diantaranya foto-foto dan lukisan serta patung Ahmad Yani semasa hidup, bekas peluru yang menembus dinding pada saat penembakan Ahmad Yani, tempat tidur Ahmad Yani yang masih dipertahankan, baju dan sepatu Ahmad Yani, dan lain-lain.

  
Museum Ahmad Yani

Museum Satriamandala terletak di Jalan Jenderal Gatoto Subroto No. 14 Jakarta Selatan dengan tiket masuk sekitar Rp 5.000,-/org. Museum ini mengoleksi berbagai jenis miniatur mengenai perjuangan bangsa Indonesia dari penjajahan, foto zaman perjuangan kemerdekaan, patung pahlawan seperti Soeharto dan A. H. Nasution, berbagai lencana perjuangan, dan senjata pada masa perjuangan kemerdekaan. 

Papan Nama Museum Satriamandala

Museum TNI AU “Dirgantara Mandala” terletak di dalam kompleks Museum ABRI “Satriamandala”. Museum ini memiliki koleksi terkait TNI AU, seperti berbagi pesawat baling-baling AURI R344, pesawat Indonesian Airway, dan masih banyak lagi.

 
Taman Museum Dirgantara Mandala

Museum TNI AL “Waspada Purbawisesa” terletak di dalam kompeks Museum ABRI “Satriamandala” bersama dengan Museum TNI AU “Dirgantara Mandala”, sedangkan Museum Perumusan Naskah Proklamasi terletak di Jalan Iman Bonjol No. 1. Sesuai dengan namanya museum ini memiliki koleksi tekait perumusan naskah proklamasi. Kedua museum ini tidak sempat saya masuki dan hanya melintas di depan gedung museum dikarenakan pada saat saya berkunjung kedua museum tersebut tidak tidak terbuka.

 
Museum TNI AL " Waspada Purbawisesa (tampak depan)


 
Museum Perumusan Naskah Prokalamsi (tampak depan)

Inilah beberapa museum yang terletak di Jakarta yang dapat dijadikan referensi wisata apabila berkunjung ke Jakarta dan bagi kalian lebih menyukai berwisata ke museum. Selain untuk berlibur atau refreshing berkunjung ke museum dapat menambah wawasan kita. Selain museum, Jakarta masih menyimpan berbagai destinasi wisata yang menarik dan keren…………



So…

Ayo ke museum……

Eksplor and Save Jakarta…

My Job My Adventure……


 
 



Reaksi:

2 comments:

  1. mantap.....
    lanjutkan blogger...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha
      Thanks Alfrianty...

      Sebarkan ke nak2 yg lain eee. Spya banyak yg baca..
      Promosi eee

      Delete

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts