Kunjungan ke Beberapa Tempat Wisata Non Museum di Jakarta

Adventure saya kembali berlanjut. kali ini yang saya kunjungi adalah destinasi yang masih berada di sekitaran Ibukota Jakarta, tetapi dengan kategori yang berbeda. petualangan kemarin bercerita tentang museum yang ada di Jakarta, tetapi sekarang saya akan beralih ke destinasi wisata non museum. 

Selain museum, Jakarta masih menyimpan banyak destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi yang tersebar dimana-mana di tanah Jakarta mulai dari wisata laut, wisata budaya, wisata modern, wisata belanja, wisata religi, wisata sains sampai wisata kuliner. setiap tempat tersebut memiliki keistimewaan yang dapat memikat hati para pelancong untuk dapat mengunjunginya/ berikut beberapa destinasi wisata non museum yang sempat saya kunjungi selama orientasi di Jakarta.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terletak di Jakarta Timur tepatnya di Jl. Raya Taman Mini dengan tiket masuk Rp 10.000,-/org. Akses untuk menuju ke TMII dapat menggunakan Trans Jakarta dari halte Harmoni Central Busway dan turun di halte Garuda Taman Mini, dari halte tersebut ke TMII dapat di tempuh dengan berjalan kaki. TMII merupakan miniatur Indonesia, terdapat rumah adat dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia, mulai dari Rumah Panggung dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Rumah Joglo dari Jawa Tengah, Rumah Lamin dari Kalimantan Timur, Rumah Tongkonan dari Sulawesi Selatan sampai Rumah Hanoi dari Papua, selain itu terdapat museum, seperti Museum Timor Timur, rumah ibadah dari masing-masing agama yang terdapat di Indonesia, danau yang didalamnya tersebar pulau kecil membentuk negara Indonesia, dan masih banyak lagi atraksi yang terdapat dalam TMII yang menajdi daya tarik tersendiri. Jadi jika anda belum sempat keliling Indonesia, datanglah ke TMII maka anda seakan-akan telah mengelilingi Indonesia dalam waktu yang singkat. 

Kesempatan ketiga saya mengunjungi TMII, kali ini bersama dengan rombongan peserta Perayaan Paskah Persekutuan Umat Kristen Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kami menggunakan bus  kantor yang telah disediakan oleh panitia sebagai transportasi bagi peserta paskah yang berangkat dari kantor KKP. Jadi setidaknya saya tidak mengeluarkan uang transportasi sekaligus tiket masuk TMII karena semua ditanggung oleh panitia.
 
Tongkonan (Rumah Adat Prov. Sul-Sel) salah satu koleksi TMII 

Monumen Nasional (Monas) terletak di Jakarta Pusat tepatnya diapit oleh Jalan Medan Merdeka merupakan suatu monumen yang puncaknya dari emas berbentuk kerucut. Monas sebagai ikon Jakarta didukung dengan letaknya yang sangat strategis menjadikan destinasi wisata yang satu ini sangat popular dan wajib dikunjungi bagi para traveler dari berbagai penjuru dunia. Tidak terasa lengkap apabila sebagai traveler tidak mengunjungi tempat ini. Selain itu, tempat ini dijadikan tempat rekreasi bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya, terlihat dari keramaian yang terbentuk ditambah banyaknya masyarakat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengais rejeki dengan berjualan, menjadi salah satu magnet pendapatan bagi masyarakat Jakarta. Tiket masuk ke Monumen Nasional gratis, kecuali bagi yang ingin naik ke puncak monument dikenakan biaya sekitar Rp 10.000,-/org tergantung umur. 

Selama saya di Jakarta, saya belum pernah merasakan puncak monas tersebut, walaupun saya telah menunjungi tempat tersebut beberapa kali selama orientasi. Saran jika ingin berkesempatan untuk naik ke puncak Monas, lebih baik datang lebih pagi karena semakin siang antrian yang menanti anda akan semakin panjang. 
 
Monumen Nasional pada malam hari

Ragunan merupakan destinasi wisata berupa kebun binatang yang terletak di Jl. Harsono No. 1 Pasar Minggu, Jakarta Selatan untuk mencapai dapat menggunakan Trans Jakarta dan turun di Halte Ragunan yang tepat berada di depan kebun binatang ragunan.  Ragunan memiliki banyak koleksi binatang yang tidak hanya berasal dari daratan Jawa, tetapi dari daratan di berbagai wilayah Indonesia, seperti komodo dari Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), Gajah Sumatera, bahkan ragunan memiliki koleksi binatang dari luar negeri, seperti kanguru dari Australia. Selain itu, ragunan memiliki teater, museum dan pusat primata schmutzer. Bagi para pecinta binatang dan ingin melihat lebih dekat binatang yang belum anda lihat sebelumnya, ragunan bisa anda jadikan tempat untuk menambah pengetahuan dan melihat tingkah laku dari masing-masing binatang, selain untuk sekedar refreshing. 

Saya memiliki inisiatif dan keberanian untuk mengunjungi ragunan pertama kali seorang diri dengan menggunakan Trans Jakarta.  


 
Salah satu hewan koleksi Ragunan
Galeri Nasional Indonesia (GNI) terletak di Jl. Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta Pusat yang letaknya berdekatan dengan Stasiun Gambir dan Monas. Memiliki koleksi karya seni yang permanen, seperti lukisan dan patung yang dipamerkan. Selain itu, Galeri Nasional Indonesia dijadikan tempat pameran karya seni dari berbagai seniman dari Indonesia maupun dari luar negeri. Jika anda beruntung ketika mengunjungi tempat ini maka anda akan disuguhkan pameran karya seni yang luar biasa. 

Ketika saya berkunjung ke tempat ini, saya berkesempatan untuk melihat pameran dengan tema "Cosiness in the Labyrinth of Dreams" dari salah satu seniman asal Australia bernama Helmut Kand. Bagi para pecinta karya seni, destinasi wisata ini bisa anda jadikan refernsi untuk memanjakan mata anda melihat karya yang luar biasa dari para seniman.
 
Salah satu karya seni yang dipamerkan di GNI 


Kota Tua terletak di Jakarta Barat yang dapat dijangkau menggunakan trans Jakarta berhenti di halte Kota atau dengan kereta api dan turun di Stasiun Kota. Kota Tua merupakan kompleks yang menjadi salah satu destinasi wisata di Jakarta dengan berbagai museum disekitarnya yang dapat dikunjungi maupun hanya sekedar untuk datang menginjakkan kaki dan melihat aktivitas yang ada di Kota Tua. 

Saya mengunjungi Kota Tua dengan menggunakan commuter line dari Stasiun Gondangdia ke Stasiun Jakarta Kota dengan biaya Rp. 3.00,- dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Suasana Stasiun Jakarta Kota


Kawasan Kota Tua

Planetarium merupakan salah satu wisata sains. Planetarium sesuai dengan namanya lebih tentang alam semesta. Terletak di Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat yang masuk ke dalam kompleks Taman Ismail Marzuki. Planetarium memiliki berbagai koleksi baik berupa benda eperti meteorit pasuruan merupakan meteorit yang jatuh di kawasan Tambakwatu, Kabupaten Pasuruan), gambar maupun tulisan tentang kehidupan luar angkasa. selaiu itu, planetarium mengadakan pertunjukan yang menampilkan kejadian-kejadian jagat raya yang sebagian besar tidak dapat dilihat oleh mata tanpa menggunakan alat bantu. Tiket masuk planetarium untuk kategori dewasa Rp. 7.000,-/org. wisatawan yang lebih menyukai hal yang berbau antarkis, maka berkunjunglah ke Planetarium. disini anda akan melihat hal yang menakjubkan dari luar angkasa.

Petualangan saya ke Planetarium karena penasaran dengan apa yang menjadi  daya tarik dari Planetarium. Saya berjalan kaki dari Jl. Medan Merdek Timur menuju Planetarium, walaupun jakar yang cukup jauh, tetapi tidak masalah buat saya demi berpetualang dan pastinya menghemat pengeluaran. 

 
Salah satu koleksi planetarium berupa meteorit pasuruan

Katedral dan Masjid Istiqlal Jakarta merupakan destinasi wisata religi yang terletak di Jakarta Pusat. Kedua tempat ibadah ini hanya berjarak beberapa meter. Sehingga untuk mengunjungi tidak membutuhkan waktu yang lama.
 
Katedral Jakarta
 
Masjid Istiqlal

Bundaran Hotel Indonesia (HI) terletak di Jakarta Pusat merupakan tempat berkumpulnya penduduk Jakarta pada saat libur hari minggu. Tempat ini merupakan salah satu jalur Car Free Day (CFD) yang sangat ramai dikunjungi. Penduduk biasanya jogging mengelilingi bundaran HI atau jogging dari Monas ke Bundaran HI atau sebaliknya. Jika anda ingin merasakan suasana CFD di sekitaran Monas dan Bundaran HI datanglah pada hari minggu.
 
Suasana Bundaran HI saat CFD
Jl. Peconongan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jalan Pecenongan merupakan salah satu destinasi wisata kuliner yang terletak di Jakarta Pusat. Untuk mencapai tempat ini, dapat menggunakan trans Jakarta dari halte Harmoni Central Busway ke halte Pecenongan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Menu yang disajikan beranekaragam mulai dari makanan kahs betawi sampai daerah lainnya yang menggugah selera.

Saat berkunjung ke tempat ini saya mencoba menikmati makanan khas betawi yaitu Soto Betawi dengan harga Rp 38.500. Bagi siapapun pecinta kuliner anda bisa berkunjung ke tempat ini.

Selain destinasi wisata diatas, wisata belanja di Jakarta tidak ketinggalan. Mulai dari pasar tradisional seperti Pasar Senen dan Tanah Abang sampai pasar modern (mall) di Plaza Atrium dan ITC Cempaka Mas dan masih banyak lagi. Tinggal anda yang memilih mengunjungi tempat belanja yang sesuai keinginan dan isi dompet anda. Untuk harga yang relatif murah pilihan yang tepat adalah Pasar Senen dan Tanah Abang.

Berkunjung ke Jakarta dalam waktu yang singkat diperlukan manajemen waktu yang baik untuk dapa berpetualang ke setiap destinasi wisata yang disiapkan bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di Jakarta. Jangan mengeluh Jakarta Panas, Jakarta Macet, datanglah ke destinasi wisata Jakarta maka semuanya akan hilang dan berlalu begitu saja......



So…..
Eksplor and Save Jakarta…..
My Job My Adventure……

Post a Comment

0 Comments