22 October 2015

Kegiatan adventure saya selanjutnya di Bogor ketika melaksanakan orientasi di Jakarta selama kurang lebih 2 bulan. Bogor merupakan daerah yang terletak di Provinsi Jawa Barat yang mendapatkan julukan kota hujan, dijuluki demikian mungkin karena daerah ini sering hujan, tapi saya tidak tahu secara pasti.

Banyak penduduk Jakarta menghabiskan masa liburan akhir pekan untuk mengunjungi daerah ini. Mungkin karena Bogor daerah yang memiliki udara yang sejuk, apalagi di daerah Puncak Bogor (sayang saya belum pernah ke tempat ini),inilah yang mungkin dimanfaatkan penduduk Jakarta untuk mencari udara segar dan merelaksasikan pikiran dan diri dari hiruk pikuk perkotaan.

Walaupun hanya sekitar dua bulan di Jakarta, saya pun ingin merasakan udara Bogor yang menjadi magnet bagi penduduk Jakarta. Sebanyak dua kali saya mengunjungi Bogor. Kali ini saya tidak sendirian tetapi bersama teman dari Makassar yang melanjutkan pendidikan di Bogor dan teman yang sedang melaksanakan kegiatan di Bogor dan Jakarta. 

1st Adventure 
Petualang pertama bersama senior (Universitas Hasanuddin/UNHAS) yang sedang melanjutkan pendidikan magister di IPB (Bisakah saya ketularan ???).  Saya berangkat seorang diri dari Jakarta menggunakan commuterline dair Stasiun Gondangdia dan turun di Stasiun Bogor. Ini merupakan kali pertama saya menggunakan kereta apa (red. commuterlin) karena di daerah saya (Makassar dan sekitarnya) tidak menggunakan kerta apai. Jarak stasiun Gondangdia ke Stasiun Bogor sekitar 48 km yang dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam dengan melewati beberapa stasiun, diantaranya Stasiun Manggarai, Stasiun Pasar Minggu, Stasiun Univ. Indonesia, dan Stasiun Depok.

Biaya yang dikeluarkan dari Stasiun Gondangdia ke Stasiun Bogor sebesar Rp 15.000, menggunakan kartu commuter dengan rincian biaya commuterlin Rp. 5.000,- dan jaminan kartu Rp. 10.000,-, uang jaminan ini dapat diuangkan kembali setelah sampai di stasiun tujuan dan menukarkan dengan kartu commuter.

Sampai di Stasiun Bogor, saya telah di tunggu oleh beberapa senior (Kak Ety, Kaka Alda, Kak Adam dan Kak Ile). Kami melanjutkan perjalanan menuju kosan senoir yang terletak di sekitaran Kampus IPB Dramaga. Selama dalam perjalanan saya merasa udara Bogor memang berbeda dengan udara di Jakarta, lebih sejuk dan dingin. 
 
Stasiun Bogor



Angkot menjadi transportasi kami menuju kosan. Di atas angkot saya melihat pemandangan yang sedikit berbeda dari yang biasanya saya lihat di Makassar. Penumpang yang duduk di depan yang berdekatan dengan supir dan penumpang dekat pintu masuk ada dua orang, kalo di Makassar hanya satu orang. Tempat duduk yang dekat pintu merupakan tempat duduk yang ditambahkan oleh supir sendiri. Ini dilakukan untuk menambah jumlah penumpang yang dapat dimuat oleh angkot, tanpa memperhitungkan keselamatan dan kenyamanan penumpang sendiri.

Dikarenakan kami tiba di Bogor pada malam hari sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan petualangan dan akan dilanjutkan esok hari, saatnya untuk mempersiapkan diri menyambut petualangan esok hari.

Petualangan berlanjut..............
Karena bangun kesiangan dan sedikit gerimis, maka petualangan tidak berjalan sesuai dengan rencana dan baru kami mulai pada sore hari dan itupun hanya dua destinasi wisata yang kami kunjungi. Sebelum berpetualangan, kami mengumpulkan tenaga, mengisi perut dengan sarapan menu ayam penyet yang kalau menurut saya rasanya menggugah selera. Tempat tersebut terletak di sekitar kampus IPB Dramaga (nama warungnya saya lupa)....

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke.....

Kebun Raya Bogor terletak di Jl. Ir. Haji Juanda No. 13 dengan luas 43 hektar. Mengutip dari website www.krbogor.lipi.go.id beberapa informasi yang dapat saya bagikan, diantaranya jam buka 07.30-17.00 WIB dengan tiket masuk Rp 14.000,-/orang untuk wisatawan domestik dan Rp. 25.000,- untuk wisatawan mancanegara, beberapa koleksi yang dimiliki seperti tanaman langkah (e.g. Agathis dammara / Pohon Damar, tanaman berpotensi (e. g. Actinorhytis calapparia / Pinang Kelapa dan masih banyak lagi.
Salah satu sudut Kebun Raya Bogor

Di dalam Kebun Raya Bogor tidak hanya menyuguhkan tanaman saja, tetapi memiliki beberapa tempat menarik....

Museum Zoologi karena terletak di dalam kompleks Kebun Raya Bogor, maka tiket masuk tidak dipungut lagi karena sudah ter-include pada tiket masuk KBR. Museum ini memiliki beragam koleksi dengan beberapa kategori dan yang paling memukau saya di museum ini ada kerangka salah satu mamalia laut terbesar yaitu Paus Biru.
 
Rangka Paus Biru di Museum Zoologi Bogor

Tugu Reinwardt dibuat untuk mengenang dan sekaligus sebagai bentuk penghargaan kepada Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt sebagai perintis dan direktur pertama Kebun Raya Bogor. Dari tugu ini terlihat istana presiden yang hanya dibatasi oleh sebuah danau buatan.
 
Tugu Reinwardt

Untuk dapat mengelilingi Kebun Raya Bogor saya sarankan untuk menggunakan kendaraan sewaan yang telah disiapkan oleh pihak pengelola, seperti sepeda keliling dengan harga sewa Rp. 5.000,- atau menggunakan kendaraan keliling roda 4 dengan tarif Rp. 30.000,-. Selain itu datanglah pagi hari karena Kebun ini terbilang luas sehingga anda daapt mengunjungi semua tempat menarik yang di miliki Kebun Raya Bogor. Walaupun pada saat berkunjung saya hanya mengandalkan kaki sendiri, tetapi semangat saya untuk mengelilingi KRB tetap membara , selain itu untuk menghemat pengeluaran...
 
Istana Presiden dari sudut Kebun Raya Bogor

Setelah selesai mengelilingi KRB selanjutnya mengunjungi dan sekalian mencari makan malam di...

Mall Botani Square Bogor salah satu destinasi wisata belanja modern yang terletak di Jl. Raya Pajajaran, Bogor. Seperti mall pada umumnya tempat ini menawarkan produk-produk lokal dan mancanegara, baik kuliner, fashion, properti dan gadget. Yang menarik di tempat ini adalah adanya IPB International Convention Centre dan stan IPB bernama Serambi Botani yang menjual produk yang di produksi oleh IPB sendiri.

Sebelum mengakhiri petulangan pertama di Bogor, saya berkesempatan melaksanakan ibadah pagi di Gereja Kristen Indonesia Pengadilan yang terletak di Jl. Pengadilan No. 35, setelah itu baru bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta.
............................................................................................................

2nd Adventure
Petualangan kedua saya selama 3 hari 2 malam di Bogor bersama dengan teman angkatan sekaligus alumni Ilmu Kelautan UNHAS yang juga memiliki kegiatan di Jakarta (Eki dan Tuti) dan teman saya yang sedang melanjutkan kuliah magister di IPB (Hesty) sekalian reuni kecil-kecilan. Hahahaha... Saya bersama Eki dan Tuti berangkat dari Jakarta ke Bogor menggunakan commuterline dari Stasiun Gondangdia ke Stasiun Bogor. Setelah sampai di Bogor, kami masih menunggu Hesty yang akan menjemput kami untuk menginap di rumahnya. Setidaknya biaya akomodasi gratis lagi... Sambil menunggu kami mencari makan di KFC dekat stasiun Bogor. Setelah itu kami menuju rumah Hesty. Karena waktu sudah malam, maka kami hanya memilih untuk mengunjugi Mall Botani Square Bogor tempat yang telah saya kunjungi pada petualangan pertama sambil mencari makan malam. Petualangan akab berlanjut esok hari.

Karena bertepatan dengan hari minggu, maka saya terlebih dahulu mengikuti ibadah pagi di Gerej Katedral Bogor dengan nama paroki resmi Santa Perawan Maria / Beata Maria Virginieae terletak di Jl. Kapten Muslihat No. 26, Bogor Tengah, Kota Bogor. Setelah ibadah kami hanya sempat mengunjungi.....

Institut Pertanian Bogor Kampus Darmaga tergolong universitas terpopuler di Indonesia dan memiliki jumlah peminat yang banyak pada saat pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri. Hal ini dikarenakan IPB merupakan salah satu universitas tertua di Indonesia dan memiliki kualitas pengajar dan fasilitas yang cukup memadai menjadikan beberapa fakultas menjadi favorit bagi calon mahasiswa baik jenjang sarjana maupun magister, seperti Pertanian dan Kehutanan. IPB memiliki beberapa kampus, untuk Kampus IPB Dramaga yang saya kunjungi kali ini, berdasarkan data laman website www.ipb.ac.id menuliskan bahwa luas kampus ini 267 hektar, sehingga tidak memungkinkan untuk berkeliling dengan berjalan kaki. Di kampus ini terdapat beberapa fakultas, seperti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kampus ini sekaligus menjadi tempat terakhir pada petualangan kedua di Bogor.
 
Kampus IPB Darmaga

Petualangan selama dua kali di Bogor belum memberi saya kepuasan karena hanya mengunjungi sedikit destinasi wisata. Lain kali ketika saya memiliki waktu dan kesempatan, saya akan kembali berpetualang di Bogor dengan mengunjungi lebih banyak destinasi wisata.


Eksplore and Save Bogor





 
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts