04 November 2015

Libur lebaran (idul fitri) hari yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, bagi umat muslim menjadi hari kemenangan dan bagi non muslim termasuk saya menjadi libur panjang yang dapat dimanfaatkan untuk keluar dari rutinitas sehari-hari.
 
Sunset di salah satu sudut Kota Kupang

Datangnya libur lebaran, bagi para perantau dimanfaatkan sebagai momen untuk mudik bertemu sanak family, tetapi bagi saya karena tidak menunaikan lebaran, maka liburan ini tidak saya manfaatkan untuk pulang kampung namun ini merupakan momen untuk berpetualang mengeksplor destinasi wisata di Kupang.

Selama libur lebaran beberapa destinasi wisata Kupang yang saya kunjung...

Pantai Batu Nona. Bersama Umi (ibu kos), Mas Yuda (teman kantor) dan istri serta mertuanya, kami berwisata ke pantai ini menggunakan mobil. Nama pantainya unik tidak ??? Dari penglihatan saya ketika berkunjung, saya melihat salah satu sisi pantai terdapat batu besar yang diatasnya berdiri dengan anggun beberapa patung wanita yang dalam bahasa Kupang wanita yang belum menikah dipanggil Nona. Mungkin inilah alasan mengapa pantai ini dinamakan Pantai Batu Nona. Terletak di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Pantai dengan substrat berpasir putih di sebelah kanan dan pecahan karang di sebelah kiri dan pastinya batu serta patung nona menjadi daya tarik pantai ini. Sekitar pantai sebelah kanan ditumbuhi pohon lontar yang dapat dijadikan sebagai tempat berteduh wisatawan, tetapi harus hati-hati dengan buah dan daun lontar. Tiket masuk Pantai Batu Nona sekitar Rp 5.000,-/orang. Semakin sore ombak semakin besar, sehingga saya sarankan untuk datang sebelum sore hari.
 
Pantai Batu Nona

Selanjutnya perjalanan saya beberapa hari setelah itu saya lakukan seorang diri dengan menggunakan motor ke.....

Gua Monyet Tenau. Terletak di Jl. Sumba Tuak Sabu, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Gua ini berada di pinggir jalan sehingga dengan mudah kita dapat melihat monyet yang menunggu orang untuk memberi mereka makan. Karena pintu masuk gua di tutup, maka wisatawan hanya dapat berinterkasi dengan monyet dari pinggir jalan dan tidak ada tiket masuk yang perlu anda keluarkan.
 
Gua Monyet Tenau

Panti Ketapang Satu. Terletak di Jl. Sumatera, Kota Kupang. Dinamakan Pantai Ketapang Satu karena di pantai ini tumbuh sebatang pohon ketapang di atas batu karang. Pantai ini memiliki patung laki-laki dan perempuan yang sedang duduk. Tiket masuk Rp. 2.000,-/orang. Di sekitar pantai terdapat alga hijau yang menambah panorama pantai yang indah, namun sangat disayangkan saya masih melihat sampah yang berserakan di pinggir pantai.
 
Pantai Ketapang Satu

Pantai Pasir Panjang. Terletak di Jl. Timor Raya, Kota Kupang dan berada di belakang Pasar Ikan. Dari namanya dan berdasarkan apa yang saya saksikan di pantai ini ketika berkunjung, memang tepat dinamakan demikian karena pantainya panjang dengan substrat pasir putih. Saya tidak mengeluarkan uang untuk tiket masuk ke pantai ini, hanya membayar parkiran. Ketika berkunjung, suasana sangat sepi hanya ada beberapa orang yang sedang berenang dan penduduk yang sedang berkutat dengan perahunya.
  
Pantai Pasir Panjang

Baumata. Destinasi wisata alam yang jauh dari laut tetapi berada di atas dataran tinggi. Udara dingin nan sejuk menusuk kulit saat memasuki daerah ini yang berada di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Baumata menyuguhkan mata air pegunungan dan kolam renang buatan yang ramai dikunjungi masyarakat Kupang. Tiket masuk ke kolam sekitar Rp. 9.000,-/orang. 
Baumata
Gua Monyet Sasando. Seperti halnya Gua Monyet Tenau, tetapi gua ini terletak tidak jauh dari pusat Kota Kupang. Dari luar pintu masuk yang kurang terawat, terlihat dari pintu gerbang dengan cat dan pagar yang usah termakan oleh waktu. Sedikit rasa kecewa ketika mengunjungi tempat ini, saya hanya melihat dua ekor monyet, seekor di kurung dan seekor lainnya dilepas bebas. Tidak ada pungutan tiket masuk ke gua ini.
 
Gua Monyet Sasando

Pantai Manikin. Terletak di Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Ketika saya berkunjung, air sedang surut sehingga kelihatan substrat pasir, kerikil dan pecahan karang bersatu. Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mencari kerang dicelah-celah substrat. Saya pun ikutan mencari kerang menggunakan sendok salah satu masyarakat pencari kerang untuk mencungkil kerikil ataupun batu karang yang menjadi tempat persembunyian kerang. Butuh waktu yang lama dan kesabaran sampai saya menemukan kerang. Pemandangan sunset di pantai ini sangat indah. Tiket masuk ke Pantai Manikin sebesar Rp. 3.000,- dengan rincian tiket perorang Rp. 2.000,- dan tiket parkir motor Rp. 1.000,-.
 
Pantai Manikin

 
Masyarakat pencari kerang

Pantai Lasiana. Terletak di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Pantai dengan pasir putih dan air yang tenang menjadi daya tarik pantai ini ditambah pohon lontar disekitarnya. Banyak masyarakat memanfaatkan peluang ini untuk berjualan. Tiket masuk sekitar Rp. 5.000,-/orang.
 
Pantai Lasiana

Ini hanyalah beberapa dari sekian banyak destinasi wisata yang ada di Kupang. Jika anda datang ke Kupang, sempatkan diri untuk berpetualang ke tempat-tempat ini. Jadikan sebagai list adventure, saya yakin anda pun tidak akan kecewa.





















Ditunggu di Kupang travelers...
Visit Kupang
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts