09 September 2015

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia merupakan suatu anugrah yang patut disyukuri. Taburan ribuan pulau kecil menghiasi dan tersebar di antara pulau besar Indonesia. Jumlah pulau-pulau kecil tersebut sebanyak 17.504 pulau. Pulau-pulau kecil di Indonesia menyuguhkan kepada para wisatawan tentang pesona pantai dan pemandangan bawah laut yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Diantara ribuan pulau tersebut beberapa tersebar di sekitar Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gili yang dalam bahasa setempat memiliki arti pulau kecil merupakan bagian dari ribuan pulau-pulau kecil Indonesia. Gili merupakan salah satu tujuan wisata yang banyak digemari oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Gili Matra singkatan dari tiga Gili yang ada di Lombok yaitu Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan. Jarak yang tidak begitu jauh antar ketiga gili tersebut menjadikan sebagai tujuan wisata yang dapat dikunjungi dengan waktu yang efisien.
Kesempatan saya untuk menginjakkan kaki di Gili dapat terealisasi ketika mengikuti kegiatan orientasi lapangan di salah satu lembaga pemerintahan. Walaupun pada saat itu ketiga gili tidak sempat saya kunjungi, hanya Gili Trawangan dan Gili Meno. Hal tersebut tidak menurunkan semangat saya untuk cepat-cepat melihat dan merasakan pesona yang akan disuguhkan kedua gili tersebut. Perjalanan yang ditempuh selama kurang lebih 2 jam dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta-Jakarta ke Bandar Udara Internasional Lombok merupakan awal untuk merasakan sensasi yang ditawarkan Pulau Lombok. Sesampai di Bandara Lombok kami disambut secara adat dengan pengalungan songket khas Lombok yang merupakan hal yang baru pertama kali saya rasakan dalam hidup saya, sesuatu yang istimewa.
 
Pelabuhan Bounty



Selama perjalanan ke Gili Trawangan saya melihat pemandangan yang sungguh menakjubkan dimana birunya laut berpadu dengan hijaunya perbukitan di Lombok dengan hamparan pohon kelapa di pantai menyempurnakan indahnya pemandangan tersebut. Pelabuhan Bounty merupakan tempat penyeberangan ke Gili dengan menggunakan speed boat. Memasuki Pelabuhan Bounty dikenakan tarif retribusi tempat rekreasi dan olahraga seperti rekreasi pantai dengan biaya terbilang sangat bersahabat. Wisatawan domestik untuk dewasa sebesar Rp 2.000 dan anak-anak sebesar Rp 1.000, sedangkan untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 5.000. Perjalanan dari Pelabuhan Bounty ditempuh selama kurang lebih 15 menit. Setelah perjalanan dari Bandar Udara Internasional Lombok sampai ke Pelabuhan Bounty, akhirnya pesona Gili kelihatan di kejauhan dari speed boat yang saya gunakan untuk menyeberang ke Gili Trawangan. Pemandangan birunya laut dan jernihnya air sekitar pantai Gili Trawangan sungguh sedap untuk dipandang. Ditambah dengan banyaknya turis mancanegara yang berasal dari berbagai belahan dunia menandakan bahwa Gili Trawangan merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi favorit bagi para penikmat pantai dan laut. Berbagai kegiatan dilakukan wisatan tersebut diantarnya berjemur, berenang, snorkling, diving dan berbagai kegiatan wisata pantai lainnya.


Gili Trawangan 

Menginjakkan kaki di Gili Trawangan merupakan kebanggaan bagi setiap orang pecinta wisata bahari, termasuk saya. Gili Trawangan sudah menjadi primadona wisata pantai dan laut di Indonesia yang memanjakan pengunjungnya dengan berbagai akomodasi ala dunia barat yang tetap mempertahankan budaya timur Indonesia. Keindahan pantai tanpa sampah merupakan pemandangan yang cukup menakjubkan yang disuguhkan Gili Trawangan. Disamping itu, hal yang membuat saya terkagum-kagum dengan Gili Trawangan adalah transportasi yang digunakan adalah transportasi bebas polusi, seperti sepeda dan dokar yang digunakan untuk berkeliling Gili Trawangan, hal ini perlu diterapkan di tempat wisata di Indonesia khususnya wisata di pulau-pulau.


 
Lumbung 2
Menelusuri lebih dalam Gili Trawangan berderetan fasilitas yang dapat memanjakan para wisatawan. Di sepanjang jalan terpampang tempat penyewaan sepeda, penginapan mulai dari penginapan sederhana sampai hotel yang berkelas dilengkapi kolam renang, tempat spa, restoran dengan berbagai menu mulai dari makanan khas Indonesia sampai makanan barat, tempat berjemur di pantai dan berbagai fasilitas lainnya yang menjadikan para wisatawan asing maupun domestik betah berkunjung dan berwisata ke Gili Trawangan. Setelah memanjakan mata dengan Gili Trawangan sampai sore hari dengan bersepeda, selanjutnya menuju penginapan yang akan saya tempati bermalam yang berada cukup jauh dari sekitar pantai. Lumbung 2 menjadi penginapan saya sebagai tempat melepas penat selama perjalanan dari Jakarta ke Gili Trawangan. Penginapan ini dirancang dengan bangunan yang berarsitek rumah adat Suku Sasak dilengkapi dengan kolam renang.


 
Gili Meno
Keesokan harinya perjalanan dilanjutkan ke Gili Meno dengan menggunakan kapal masyarakat sekitar yang ditempuh kurang lebih 7 menit. Gili Meno merupakan salah satu tujuan wisata selain Gili Trawangan. Gili Meno berbeda dengan Gili Trawangan, dimana Gili Meno memiliki jumlah penduduk dan bangunan serta fasilitas yang lebih sedikit dari Gili Trawangan, di Gili Meno tidak terdapat tempat penyewaan sepede seperti di Gili Trawangan, jadi kalau ingin berkeliling Gili Meno dapat membawa sepede sendiri, berjalan kaki, atau menyewa dokar. Pemandangan bawah laut selama perjalanan mempertontonkan kondisi terumbu karang sungguh memprihatinkan banyak karang yang mati dan patah, hal ini kemungkinan diakibatkan oleh kegiatan masyarakat sekitar yang tidak bertanggung jawab. Setelah menyandarkan kapal di Gili Meno selanjutnya melakukan snorkling  sekitar pantai. Lamun merupakan ekosistem yang pertama kali menyambut saya bersnorkling yang kondisinya cukup baik dibanding dengan kondisi karang yang hancur.

Setelah beberapa menit snorkling saya mendapat kesempatan melihat penyu dewasa yang berenang di kejauhan saya mencoba untuk mendekati, tetapi penyu tersebut sangat hebat mengarungi lautan Gili Meno, saya hanya melihat sesekali penyu tersebut menuju ke permukaan laut mengambil oksigen untuk membantu dalam proses pernapasan. Saya terus bersnorkling untuk mencari spot yang memiliki kondisi terumbu karang yang bagus. Alhasil saya menemukan spot yang memiliki kondisi terumbu karang yang cukup baik yang. Banyak ikan yang memiliki warna menarik dengan ukuran yang bervariasi menghiasi terumbu karang tersebut, menandakan bahwa mereka adalah penghuni sekaligus menjadikan terumbu karang menjadi rumah bagi mereka yang memberi kenyamanan. Tak berselang beberapa lama saya melihat ular laut dengan warna yang cukup menarik merayap diantara terumbu karang. Hal ini mengharuskan saya cepat-cepat beranjak untuk menghindar dan menjauh dari spot tersebut karena ular laut merupakan salah satu biota laut yang berbahaya. Setelah puas snorkling saya kembali ke daratan untuk melepas lelah dan mencari tempat beristirahat. Saya menikmati secangkir teh panas di salah satu warung milik masyarakat sekitar yang berhadapan dengan laut dan di depan disuguhkan pemandangan Gili Trawangan yang bernama Sasak Bar. Saya mendapat informasi bahwa Gili Meno masih memiliki beberapa spot wisata diantaranya terdapat danau asin yang terletak di dalam pulau serta adanya penangkaran penyu yang di kelola oleh pemerintah. 
Sesampai di Gili Trawangan hari masih sore, saya sempatkan untuk mengelilingi Gili Trawangan dengan bersepeda sebagai transportasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Gili Trawangan. Saya mengunjungi spot ombak sunset yang merupakan ayunan di dalam air, tempat favorit mengambil gambar terlebih pada saat matahari terbenam. Tak terasa malam menyelimuti Gili Trawangan. Kesempatan untuk melihat kehidupan malam Gili Trawangan yang sungguh cemerlang dan hiruk pikuk wisatawan, beberapa restoran menghidangkan makanan yang lezat dengan alunan musik yang ngebeat beberapa wisatawan mancanegara menikmati hal tersebut serasa mereka berada di negara mereka sendiri, disamping itu beberapa wisatawan menikmati malamnya Gili Trawangan dengan bersepada dan berjalan kaki. Sungguh pemandangan yang luar biasa wisatawan mancanegara berbaur dengan karyawan dan masyarakat lokal menikmati malam hari di Gili Trawangan. Tak terasa waktu sudah larut malam saya kembali ke tempat penginapan untuk melepas penat setelah seharian berkeliling Gili Trawangan dan Gili Meno melihat pesona yang disuguhkan kedua gili kepada siapapun yang meninjakkan kaki di tempat wisata tersebut.


 Ole-Ole Khas Lombok
Keesokan harinya saya bersiap-siap untuk meninggalkan Gili Trawangan. Perjalanan pulang dari suatu tempat wisata serasa tidak lengkap apabila belum mencari buah tangan khas daerah wisata yang bersangkutan. Lombok memiliki banyak tempat yang menyediakan ole-ole khas daerah tersebut. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah toko oleh-oleh kaos Lombok bernama Lombok Exotic Sentral Ole-Ole. Tempat ini menawarkan kaos berdesign khas lombok mulai dari tulisan I Love Lombok, Lombok Exotic, rumah adat lombok, Gili Trawangan, baju batik khas Lombok, pantai, sampai design surfing, tersedia juga kain khas lombok, gantungan kunci, gelang, patung, dan lain sebagainya dengan ukuran bervariasi. Harga yang ditawarkan mulai dari puluh ribu sampai ratusan ribu rupiah. Tempat yang kedua yang saya kunjungi adalah toko ole-oleh makanan khas Lombok bernama Lestari Ole-Oleh. Toko ini menawarkan makanan dan camilan khas lombok diantaranya dodol mangga, kue ceker, stik rumput laut, carang mas, pisang sale molen, dodol rumput laut, dodol durian, wajik kelapa, tortilla rumput laut dan sebagainya dengan harga yang terjangkau mulai dari belasan ribu sampai ratusan ribu rupiah. Hal yang lebih dari toko ini adalah pengunjung dapat mencicipi makanan yang diperjualkan sebelum membeli karena toko menyediakan tester untuk para tamu. Kedua tempat inilah yang menjadi tempat yang wajib dikunjungi untuk membeli ole-oleh khas Lombok....
Selain Gili Trawangan dan Gili Meno masih banyak destinasi wisata yang dimiliki Pulau Lombok yang pastinya harus di kunjungi para traveler. Seperti pink beach Lombok Timur, Pantai Senggigi, Pura Batu Bolong dan Gunung Rinjani. Melihat keeksotisan yang menjadi daya tarik membuat wisatawan jatuh cinta kepada Gili Trawangan dan Gili Meno secara khusus dan Pulau Lombok secara umum. Hal ini membuat saya bertekad untuk dapat menginjakkan kaki kembali di tempat tersebut lain waktu.
Gili Matra (Kiri-Kanan : Meno, Air, Trawangan)


Ayo ke Gili Traveler .......





Reaksi:

4 comments:

  1. Thanks bang rian

    Kapan2 jln ksna kalo ada wktu dan rejeki. Hehehe

    ReplyDelete
  2. Thanks bang rian

    Kapan2 jln ksna kalo ada wktu dan rejeki. Hehehe

    ReplyDelete

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

Setiawan Mangando-Nando Torajanese||Traveler||Blogger Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Punya impian : mengajak kedua orang tua berlibur, fasih berbahasa Inggris, keliling Indonesia dan merayakan natal di luar negeri yang bersalju

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts