30 September 2016

Papua sebagai pulau yang berada di belahan timur Indonesia tentunya menyimpan sejuta tempat-tempat indah yang wajib dikunjungi bagi para traveler. Tak ketinggalan wisata alam lautnya, semua orang pasti mengenal Raja Ampat yang terletak di Provinsi Papua Barat. Tempat ini menjadi surga bagi para pecinta alam laut dengan pulau-pulau kecil yang menawan dan tersusun rapi di perairan Raja Ampat. Namun ternyata di Papua bukan hanya Raja Ampat yang memiliki keindahan alam laut yang luar biasa, salah satunya adalah Biak Numfor.
TWP Padaido

Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten yang masuk ke dalam pemerintahan Provinsi Papua yang beribukota Biak. Biak Numfor terpisah dari daratan utama Papua yang berada di Teluk Cendrawasih. Mungkin hanya beberapa orang yang tahu kalau Biak memiliki salah satu kepulauan yang tak kalah dari Raja Ampat. Kepulauan Padaido namanya, terletak di bagian tenggara pulau Biak. Terbagi ke dalam 2 distrik yakni Distrik Padaido atau biasa disebut Padaido Bawah yang lebih dekat dengan daratan Biak dan Distrik Aimando atau Padaido Atas lebih jauh dari daratan Biak. Kepulauan Padaido terdiri dari sekitar 30an pulau, tetapi yang berpenduduk hanya 8 pulau dari dua distrik.


18 September 2016

Laut Indonesia memang luas, itu hal yang tak bisa dipungkiri lagi. Bayangkan luas laut Indonesia sekitar 2/3 dari luas seluruh wilayah Indonesia, sedangkan luas daratannya hanya 1/3. Inilah salah satu alasan yang menjadikan Indonesia patut dijuluki sebagai negara maritim terbesar di dunia. Laut Indonesia menyimpan banyak kekayaan dan keindahan, kaya akan terumbu karang yang masuk ke dalam coral triangle, kaya akan hewan endemik, kaya akan biota laut lainnya yang kesemuanya ini menambah indahnya alam laut Indonesia. Disamping itu, Indonesia kaya akan pulau-pulau membentuk kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.
 
Taman Wisata Perairan Kepulauan Padaido

Salah satu kepulauan yang dimiliki Indonesia adalah Kepulauan Padaido. Kepulauan ini masuk ke dalam Kawasan Konservasi Perairan... Kawasan Konservasi Perairan ??? Mungkin beberapa di antara kita bertanya apa itu kawasan konservasi... Saya sedikit menjelaskan dari beberapa sumber yang saya baca.

07 September 2016

Sampailah saya di Biak setelah perjalanan dari Makassar. Biak merupakan wilayah yang masuk ke dalam pemerintahan Provinsi Papua. Walaupun pulau tersendiri, terpisah dari daratan utama Papua yang terdiri dari 2 kabupaten, yakni Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supriori. Tujuan saya ke Kota Biak, Kab. Biak Numfor tempat saya bekerja (pekerjaan nanti saya akan tulis di post selanjutnya)

06 September 2016

Satu tahun bekerja di Kupang, saatnya saya dipindahkan ke Satuan Kerja di Biak, Papua. Perjalanan saya dari Kupang ke Biak tidak langsung, tetapi transit di Makassar beberapa hari karena hari libur. Perjalanan pagi dari Kupang sampe sore di Makassar. Menuju rumah sepupu untuk tinggal sekalian ketemu keluarga selama beberapa hari di Makassar.
 
Anjungan Pantai Losari

Walaupun hanya beberapa hari, ini pun saya manfaatkan untuk bertemu dengan teman-teman selama kurang lebih 4 tahun di Makassar, Kota Para Daeng. Bertemu dengan teman kuliah dan membuat acara makan-makan (yang traktir bukan saya tapi teman). Soalnya tanggal tua.... Hehehe...

Mencari buku di Gramedia, Makassar Town Square atau disingkat MTOS. Salah satu pusat perbelanjaan modern (mall) di Makassar yang banyak dikunjungi para pelancong karena letaknya yang strategis. Disamping itu, saya pun berkesempatan untuk makan malam bersama teman SMA (cuman 2 orang) sekaligus teman satu kampus saat kuliah walaupun beda fakultas dan jurusan...

05 September 2016

Setelah perjalanan dari Waerebo pada tulisan Petualangan Seru di Waerebo. Saya nebeng di salah satu rombongan yang akan menuju Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat yang nantinya akan melewati jalan ke arah Ruteng.... Kami pun berangkat menggunakan mobil... Setelah beberapa menit, sampailah kami di pangkalan ojek... Saya turun di situ untuk melanjutkan perjalanan ke Ruteng, sedangkan mereka melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo.

Saya menggunakan ojek dengan didahului tawar menawar. Kami pun sepakat sewa Rp. 150.000 sampai dipertigaan Ruteng-Dintor-Labuan Bajo. Perjalanan tergolong lama ditambah lagi beberapa jalanan yang belum di aspal, jalanan berkelok-kelok, penurunan dan tanjakan.

Sesampai dipertigaan, saya bertanya kendaraan menuju Ruteng ke beberapa penduduk yang sedang menunggu kendaraan, kebanyakan dari mereka akan menuju Labuan Bajo yang berlawanan arah dengan tujuan saya. Mereka mengatakan bahwa kendaraan ke Ruteng banyak, tinggal menunggu saja di pinggir jalan. Saya pun berjalan-jalan sedikit ke depan dan tak lama kendaraan umum (angkot) muncul dan saya naik. Suasana dalam angkot sangat padat. Perjalanan menuju Ruteng sekitar 30 menit.

Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

-Nando Torajanese||Traveler|| Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Ingin keliling Indonesia dan bisa menginjakkan kaki ke beberapa negara

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts