21 July 2016



Setelah kegiatan On Campus dan presentasi rancangan aktualisasi selesai, maka kami peserta diklat prajabatan kembali ke tempat asal kami (bukan pulang kampung ya). Beberapa kembali ke tempat kerja dan beberapa yang lain memilih magang di tempat terdekat. Termasuk saya memilih magang di Jakarta selama 2 minggu, daripada kembali ke Kupang (hemat tenaga terlebih hemat biaya) dan itu pun sudah disetujui oleh atasan di Kupang.
Presentasi rancangan aktualisasi

Dari Sukamandi sampai di Jakarta

Berangkat dari Sukamandi menggunakan mobil rental bersama teman menuju Jakarta. Karena macet maka kami sampe di Jakarta malam hari tepat di Stasiun Gambir. Bertemu teman saat kuliah menuju tempat tinggal saya di Jakarta

14 July 2016


Setelah backpackeran dari Semarang dan Yogyakarta. Melanjutkan kegiatan mengikuti diklat Prajabatan salah satu instansi pemerintah. Dikarenakan sebelum saya backpackeran, barang-barang saya titipkan ke teman di Jakarta, maka saya kembali ke Jakarta dulu sebelum menuju tempat pelaksanaan diklat prajabatan.

Pelaksanaaan Prajabatan di Balai Diklat Aparatur (BDA) Sukamandi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jl. Raya 2 Sukamandi, Ciasem – Subang, Jawa Barat. Diklat Pra Jabatan yang saya ikuti ini merupakan Angkatan VII dari VIII angkatan. Pra Jabatan terbagi menjadi dua tahapan, yakni On Campus di BDA Sukamandi dan Off Campus di tempat kerja atau tempat magang sesuai dengan unit kerja masing-masing. Tahapan On Campus Angkatan VII berlangsung dari tanggal 10 s/d 26 Mei 2016 dan 12 Juni s/d 15 Juni 2016 sedangkan tahapan Off Campus berlangsung dari  28 Mei s/d 11 Juni 2016.
Balai Diklat Apratur, Sukamandi

Tulisan ini akan menceritakan kegiatan kami selama On Campus

Tanggal 9 Mei 2016 pun, setelah dari Jakarta dan mengambil barang yang saya titipkan di teman sebelumnya, saya menuju Terminal Kampung Rambutan, Jakarta untuk mencari bus menuju BDA Sukamandi. Bus pun saya dapatkan dan sampai di Sukamandi sekitar jam 14.00. Beberapa peserta diklat lainnya yang sudah datang terlebih dahulu. Langsung registrasi dengan menyerahkan berkas yang telah disiapkan sebelumnya, kemudian menuju asrama untuk beristirahat sebelum melanjutkan kegiatan. Angkatan VII ini terdiri dari 35 orang dari KKP ditambah 1 orang dari BIN sehingga totalnya 36 orang yang berasal dari berbagai daerah, lokasi kerja tersebar dimana-mana, berbagai latar belakang pendidikan, memiliki sikap dan kebiasaan yang berbeda-beda pendidikan, tetapi kami di sini adalah satu. 
Peserta Prajabatan Angkatan VII

13 July 2016



Jumat, 8 Juli 2016 untuk mengisi kekosongan jadwal di penghujung liburan. Bersama dengan beberapa teman-teman dari komunitas 1000guru Kupang, kali ini tujuan kami ke arah selatan Pulau Timor. Menuju ke salah satu tempat yang kata teman yang ikut katanya bagus yang bernama Puncak Fatubrao.

Berangkat dari Kupang kearah Kabupaten Kupang, di Pasar Oesao belok kanan menuju Amarasi Selatan sebagai lokasi Puncak Fatubrao. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam dari Kota Kupang, jalanan mendukung untuk memperlambat perjalanan kami. Tanjakan, penurunan, jalan berkelok-kelok, berbatu-batu, tanah, berlubang menjadi teman perjalanan kami, jalan beraspal dan menyusuri pantai. Tak ayal saya pun sekali jatuh dari motor (katanya harus tulis dua kali jatuh, satunya lagi seorang kakak yang berniat menolong tapi malah menjatuhkan), walaupun tak parah dan pastinya tidak mengurangi semangat saya untuk sampai di puncak itu.

Setelah tiba ditempat terakhir yang dapat diakses oleh kendaraan, kami memarkir motor. Berjalan kaki sekitar 5 menit menuju Puncak Fatubrao. Puncak Fatubrao merupakan sebuah tebing batu yang apabila di atas puncak ini, kita akan melihat pemandangan yang luar biasa, perpaduan antara lautan dan pegunungan.
Jalan kaki menuju Puncak Fatubraon


12 July 2016



Setelah kegiatan Gerakan Pungut Pantai di Pantai Namosian, pada hari Sabtu, 9 Juli 2016, komunitas Beta NTT kembali melanjutkan kegiatan Tour. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 10 Juli 2016 terbuka untuk umum. Dari pengumuman yang dipajang di beberapa media sosial, menginfokan bahwa tempat kumpul di depan LIPPO Kupang pukul 09.30 dengan konstribusi Rp. 25.000/peserta yang diperuntukkan untuk konsumsi dan transportasi. Adapun tempat yang akan dikunjungi adalah Gua Jepang dan Belanda, Mata Air Sagu dan Pantai Manikin.
Brosur Tour Beta NTT
(Sumber : FB Arianto)

Saya mengikuti kegiatan ini, berangkat dari kosan menuju meeting point menggunakan motor dan motornya diparkir di LIPPO agara aman saat ditinggalkan. Beberapa pengurus dan peserta sudah hadir serta sebuah bus sudah terparkir yang akan mengantarkan peserta tur ke tiga destinasi wisata yang ada di NTT.
Peserta Tour 



Salah satu tahapan yang diikuti oleh awardee LPDP adalah Persiapan Keberangkatan atau disingkat PK. Kegiatan ini menjadi tahapan untuk mempersiapkan diri bagi para penerima beasiswa. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah setiap angkatan mengadakan semacam kegiatan, seperti yang diadakan oleh PK-69 (Persiapan Keberangkatan Angkatan 69).
Balin Bahari

Kegiatan yang diberi nama “Pesta Wisata Bahari” dilaksanakan selama seharian pada Sabtu, 4 Juni 2016 pukul 08.00 s/d 15.30 bertempat di Wisma Hijau Kampus Diklat Bina Swadaya, Jl. Raya Bogor KM. 30, Mekarsari, Cimanggis, Depok. Kegiatan ini pun terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
Pesta Wisata Bahari 
(Sumber : IG @balinbahari)

11 July 2016



Siapa yang tidak ingin melanjutkan pendidikan ke jenjan yang lebih tinggi, baik S-2 maupun S-3. Semua orang mendambakan dan menginginkan serta berlomba-lomba untuk bisa melanjutkan pendidikan (termasuk saya). Baik itu mengambil pendidikan atau kuliah di dalam negeri maupun di luar negeri (lebih keren kalo di luar negeri). Saat ini beasiswa untuk melanjutkan pendidikan bertebaran dimana-mana baik beasiswa yang diberikan oleh pemerintah maupun pihak swasta bahkan ada tawaran beasiswa dari beberapa Negara bagi para pencari beasiswa di Indonesia.

Salah satu beasiswa bergengsi dan paling banyak diminati oleh para pencari beasiswa di Indonesia adalah Beasiswa Pendidikan Indonesia LPDP. Mungkin beberapa dari pembaca bertanya apa Beasiswa LPDP itu, apa persyaratannya dan bagaimana cara pendaftarannya serta apa tahap yang dilalui untuk mendapatkan beasiswa LPDP dan masih banyak lagi. Berikut saya akan menjelaskan sedikit tentang Beasiswa LPDP


09 July 2016



Tak semua perkataan orang sekarang tentang anak muda bisa dibenarkan. Beberapa orang yang lebih dewasa berpendapat bahwa anak muda zaman sekarang memiliki sikap dan sifat yang suka tidak peduli kepada sesama terlebih lingkungan, jalan-jalan ke tempat yang lebih modern, menghabiskan waktu berkutat dengan handphone. Namun masih ada segelintir anak muda yang mampu melakukan hal-hal yang bermanfaat dengan membentuk komunitas.

Selama saya berdomisili di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Kupang ada beberapa komunitas yang dibentuk oleh orang-orang muda yang melakukan hal-hla yang positif. Saya merasa salut dan patut mengacungi jempol kepada mereka anak-anak muda yang masih peduli dengan keadaan sekitar dan memberi sedikit waktu dan pengetahuan untuk masyarakat dan lingkungan.

Salah satu lagi komunitas yang saya temui di Kupang, adalah Beta NTT. Slogan dari komunitas ini “Beta Bangga Beta NTT”. Komunitas ini lebih menitikberatkan kegiatan wisata atau tempat wisata yang ada di NTT. Mereka mengenalkan, menyadarkan dan membenahi destinasi wisata yang ada. Mengenalkan kepada publik, menyadarkan masyarakat (mulai dari anak-anak sampai orang tua) dan membenahi tempat wisata. Adapun ketua dari komunitas ini adalah Arianto S.
Beta NTT



Bangun pagi…..

Minggu, 8 Mei 2016. Bersiap untuk ibadah. Seperti hasil survey kemarin, gereja yang akan saya tempati beribadah di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat “Marga Mulya” Yogyakarta yang terletak di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 5, tak jauh dari tempat saya menginap, sehingga saya berjalan kaki.
GPIB Jemaat Marga Mulya

Sesampai di halaman gereja, jemaat belum ada yang datang, masih sepi, hanya majelis yang bertugas. Tertulis di papan pengumaman bahwa ibadah pagi mulai pukul 06.30, tetapi seorang majelis mengatakan bahwa ibadah jam 06.30, biasanya akan mulai pada pukul 07.00. Saya pun kembali ke jalanan sekitar Malioboro. Kebetulan karena hari minggu, maka kawasan Malioboro dijadikan warga sekitar untuk berolahraga, ada senam.
Senam Pagi di Jl. Malioboro

Saya kembali ke gereja, ibadah berjalan dengan kusyuk.
Warta Jemaat GPIB Jemaat "Marga Mulya"

Setelah ibadah selesai, saya pun kembali ke penginapan.  Tetapi sebelumnya saya berkunjung ke Pasar Beringharjo di Jl. Margo Mulyo untuk membeli oleh-oleh.
Pasar Beringharjo pada malam hari

Selanjutnya saya membeli sedikit kue khas Yogyakarta, seperti Bakpia, Ampyang dan beberapa kue lainnya.
Oleh-Oleh Yogyakarta

Kembali ke penginapan. Packing untuk menuju terminal Giwangan yang terletak di Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta untuk kembali ke Jakarta. Sebelumnya saya sudah membeli tiket Yogyakarta seharga Rp. 150.000 dengan menggunakan Bus Putra Bangsa. Bus akan berangkat pada pukul 15.36 dari Terminal Giwangan dan akan sampai di Jakarta esok hari.

Esoknya saya akan berangkat ke Sukamandi untuk mengikuti Diklat Prajabatan.

Cerita dan keseruan selama, Prajabatan akan saya muat di postingan berikutnya….



Lanjutan…….

Sehabis berkeliling di Museum Sonobudoyo, saya melanjutkan perjalanan ke Keraton yang berada tidak jauh dari museum hanya dibatasi oleh lapangan. Di tengah lapangan tersebut, terdapat 2 buah pohon beringin di samping kiri dan kanan yang di pagar, seperti gerbang masuk keraton.
Pohon Beringin

Tiket masuk keraton terbagi menjadi dua, yakni karcis masuk Tepas Kaprajuritan Karatan Ngayogyakarta sebesar Rp. 5.000/orang dan karcis izin video/foto Museum Siti Hinggil Pagelaran sebesar Rp. 2.000, jadi total Rp. 7.000.
Tiket Masuk Keraton

08 July 2016



Bangun pagi

Bersiap-siap menuju Candi Prambanan sesuai dengan rencana tadi malam bersama teman (dua bersaudara Pepi dan Hose). Perjalanan di mulai dari Halte Malioboro menggunakan Trans Jogja dan turun di Halte Prambanan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Disini, saya kembali bertemu teman baru, seorang bule dan 2 orang Indonesia. Jika jalan kaki dapat ditempuh sekitar 10 menit. Di Halte Prambanan, beberapa pilihan transprotasi menuju Candi Prambanan, seperti becak motor, ojek atau andong. Kami pun (berempat)  bersepakat menggunakan andong menuju candi dengan biaya sekitar Rp. 20.000.
Candi Prambanan

Memasuki kompleks Candi Prambanan, kami berpisah. Saya masih menunggu teman (Pepi dan Hose) di loket pembelian tiket. Tak lama, mereka pun datang menggunakan motor. Kami menuju loket pembelian tiket . Harga tiket masuk Rp. 30.000 untuk orang dewasa dan Rp. 12.500 untuk anak-anak (3-6 tahun) ada juga harga untuk rombongan pelajar minimal 20 orang disertai surat dispensasi dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 12.500/orang. Jam buka loket Candi Prambanan 06.00 – 17.15.
 
Salah Satu Sudut Kompleks Candi Prambanan

07 July 2016



Perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta menggunakan Semarjoglo terbilang cukup lama. Selama perjalanan saya kebanyakan tidur dibanding menikmati dan melihat pemandangan sekitar. Mungkin karena sedikit rasa lelah selama berjalan-jalan di Semarang. Jalanan sedikit macet dikarenakan hari ini liburan panjang sehingga orang-orang memilih untuk liburan dan Yogyakartalah pilihan kebanyakan orang, termasuk saya setelah Semarang.
Jalan Malioboro, Yogyakarta

Bus Semarjoglo yang mengantar kami tiba di perwakilan Yogyakarta malam hari, entah jam berapa saya lupa. Saya beristirahat sejenak dan bertanya kepada pegawai bus, masih ada Trans Jogja jam segini. Dia menjawab sudah tidak ada. Ada ojek yang menawarkan diri, namun harganya lumayan mahal, saya pun mengurungkan diri. Untungnya saya punya aplikasi ojek online, sehingga ini menjadi pilihan saya dan harganya pun lebih murah di banding ojek. Saya pun menuju pusat Kota Yogyakarta, Malioboro. Malioboro menjadi tujuan saya yang pertama sekaligus mencari penginapan. Menurut beberapa sumber informasi yang saya baca bahwa di Malioboro terdapat banyak penginapan dengan harga yang cukup miring.

06 July 2016



Menginap selamam di Imam Bonjol Hostel setidaknya memulihkan tenaga saya untuk kembali melakukan petualangan saya di Semarang yang kali ini benar-benar sendiri (solotraveler). Lanjut mengunjungi beberapa destinasi wisata Semarang sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.
Lawang Sewu

Bangun tidur, saya memulai petualangan saya dikarenakan hostel yang saya tempati menginap tidak jauh dari kawasan Tugu Muda, maka tujuan pertama saya hari ini adalah kesit dan pastinya berjalan kaki berhubung jarak tidak terlalu jauh sekaligus berhemat. Memasuki kawasan Tugu Muda suasana tidak begitu ramai, masih pagi. Hanya beberapa anak-anak yang sedang bermain air mancur. Letak tugu ini di Jalan Pemuda sebagai lokasi yang strategis dikarenakan berdekatan dengan Lawang Sewu dan Museum Mandala Bhakti Semarang. Tugu Muda merupakan salah satu lokasi wisata di Semarang berupa taman rekreasi dengan sebuah tugu yang berdiri di dalam taman, di bangun untuk  mengenang pertempuran lima hari di Semarang. Tugu Muda menggambarkan semangat berjuang dan patriotisme warga Semarang yang gigih, rela berkorban dengan semangat yang tinggi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

05 July 2016



Setelah menempuh perjalanan (via udara) dari Kupang menuju Jakarta. Sekitar pukul 18.00 WIB, saya menuju Stasiun Kereta Pasar Senen. Disinilah perjalanan backpacker saya di mulai. Sebelum ke stasiun, saya berkesempatan untuk mengunjungi rumah teman (nitip barang karena nantinya akan balik ke Jakarta), membeli perlengkapan backpacker dan bertemu dengan teman semasa kuliah yang bekerja di Jakarta.

Selasa, 3 Mei 2016 pukul 19.45 WIB dengan menggunakan Kereta Api Menoreh Kelas Ekonomi (backpacker selalu meminimalisir pengeluaran alias berhemat) dengan harga tiket Rp. 160.000. Ini pertama kalinya saya menggunakan kereta api, ternyata kursinya berhadapan, tetapi tak masalah yang penting bisa mengantarkan petualangan saya ke Semarang. Perjalanan ke Semarang akan di tempuh sekitar 8 jam. Selama di kereta saya tidur pulas hanya beberapa kali terbangun dan tidur lagi.

Stasiun Pasar Senen



Follow Me

FacebookTwitterGoogle+InstagramPathYahoo

About Me

-Nando Torajanese||Traveler|| Sementara tinggal di Biak. Suka berpetualang dan mengikuti kegiatan sosial. Ingin keliling Indonesia dan bisa menginjakkan kaki ke beberapa negara

Followers

Setiawan Mangando

Setiawan Mangando

TWP Kepulauan Padaido

TWP Kepulauan Padaido

Popular Posts